Astra Agro – Astra Agro Lestari https://www.astra-agro.co.id Prosper with the Nation Tue, 09 Jun 2026 10:17:03 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 174751122 Cegah Kebakaran Sejak Dini, PT SLS Bekali Pemuda Siskamling Pelatihan Damkar https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/26/cegah-kebakaran-sejak-dini-pt-sls-bekali-pemuda-siskamling-pelatihan-damkar/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/26/cegah-kebakaran-sejak-dini-pt-sls-bekali-pemuda-siskamling-pelatihan-damkar/#respond Tue, 26 May 2026 08:33:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22865 PELALAWAN – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran terus dilakukan perusahaan kelapa sawit PT Sari Lembah Subur (SLS) melalui pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran bagi pemuda siskamling di Desa Beringin Makmur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kegiatan bertajuk “Sigap Sebelum Si Jago Merah Datang” tersebut menjadi bagian kontribusi perusahaan dalam memperkuat edukasi mitigasi kebakaran di tingkat masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang berperan sebagai garda terdepan keamanan lingkungan.

Di sela kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (5/5), Kepala Desa Beringin Makmur, Sulhan Nasution, mengapresiasi inisiatif PT SLS yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman serta kesiapan menghadapi situasi darurat kebakaran.

“Terima kasih kepada pihak perusahaan atas edukasi dan simulasi yang diberikan. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di rumah tangga, agar tidak panik dan mampu melakukan penanganan awal dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini dilatarbelakangi masih tingginya potensi kebakaran di lingkungan permukiman yang umumnya disebabkan korsleting listrik, kebocoran gas, maupun kelalaian penggunaan api. Di sisi lain, kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal dinilai masih perlu diperkuat.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dasar mengenai penyebab kebakaran, langkah pencegahan dini, hingga praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan teknik penanganan awal sebelum tim pemadam tiba di lokasi.

Asisten Fire Protection PT SLS, Tofan Hidayat, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya tanggap darurat di lingkungan masyarakat.

“Pemuda siskamling adalah ujung tombak di lingkungan. Dengan pelatihan ini, kami membekali mereka agar mampu bertindak cepat, tepat, dan tidak panik saat terjadi kebakaran. Pencegahan dan penanganan awal adalah kunci utama menyelamatkan jiwa dan harta benda,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan siap menghadapi risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun wilayah sekitar operasional perusahaan.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi dan komunikasi antara pemuda siskamling dengan tim pemadam perusahaan agar penanganan keadaan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bhabinkamtibmas Desa Beringin Makmur, Aipda Masnur, serta tim Sustainability PT SLS yang terdiri dari Hanafi Febriancahya, Lail Muhammad Saddam, dan Sony Noer Afzan.

Melalui kegiatan edukasi dan simulasi ini, PT SLS berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran dapat terus meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih tanggap, aman, dan siap siaga menghadapi potensi bencana kebakaran di masa mendatang.

Sumber: Halloriau.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/26/cegah-kebakaran-sejak-dini-pt-sls-bekali-pemuda-siskamling-pelatihan-damkar/feed/ 0 22865
Astra Agro Raih Penghargaan CSR Nasional 2026 https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/26/astra-agro-raih-penghargaan-csr-nasional-2026/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/26/astra-agro-raih-penghargaan-csr-nasional-2026/#respond Tue, 26 May 2026 03:25:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22858 Jakarta, SAWIT INDONESIA — PT Astra Agro Lestari Tbk meraih penghargaan 8th Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026 kategori Palm Oil yang diselenggarakan The Iconomics Media. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Astra Agro dalam menjalankan program CSR yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Program CSR Astra Agro dinilai komprehensif karena mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga mitigasi perubahan iklim.

Astra Agro menjalankan empat pilar utama CSR, yakni Astra Kreatif, Astra Cerdas, Astra Sehat, dan Astra Hijau yang fokus pada pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan masyarakat, serta pelestarian lingkungan.

CSR Manager Astra Agro, Joko Subagio mengatakan, seluruh program tersebut dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial, dan pelestarian lingkungan.

“Melalui empat pilar program CSR tersebut, perusahaan berharap dapat menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial, dan kelestarian lingkungan, sekaligus menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Melalui penghargaan ini, Astra Agro semakin menegaskan posisinya sebagai perusahaan agribisnis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga aktif menghadirkan kontribusi sosial bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono menegaskan, CSR kini harus menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan community development yang konsisten dan berkesinambungan. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan survei terhadap 10.000 responden di 10 kota besar Indonesia.

Founder & CEO The Iconomics Media, Bram S. Putro berharap ajang ini mendorong implementasi CSR yang lebih kolaboratif dan strategis.

Sumber: Sawitindonesia.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/26/astra-agro-raih-penghargaan-csr-nasional-2026/feed/ 0 22858
Astra Agro Dianugerahi Penghargaan 8th Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026 https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/26/astra-agro-dianugerahi-penghargaan-8th-indonesia-csr-brand-equity-awards-2026/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/26/astra-agro-dianugerahi-penghargaan-8th-indonesia-csr-brand-equity-awards-2026/#respond Tue, 26 May 2026 03:11:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22854 Jakarta, 21 Mei 2026 — PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) dianugerahi penghargaan bergengsi 8th Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026 yang diselenggarakan The Iconomics Media pada kategori Palm Oil. Astra Agro dinilaitelah menjalankan beragam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang komprehensif, mencakup pilarlingkungan, sosial, ekonomi, kesehatan, iklim, dan pendidikan.

Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyonomenyampaikan, bahwa CSR memiliki posisi yang sangatstrategis, tidak lagi dipandang sekadar kewajiban administratifatau kegiatan karitatif sesaat, tetapi harus menjadi bagian daristrategi pembangunan nasional, pembangunan sosialberkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Dunia usaha diharapkan mentransformasikan program CSR dari model charity menjadi community development yang dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan untukmenjadi jembatan utama menuju masyarakat yang mandiri dansejahtera. Kekuatan terbesar kita adalah gotong royong, ketikapemerintah, pelaku usaha, media, akademisi dan masyarakatbergerak bersama, maka berbagai persoalan sosial bangsa dapatkita atasi dengan lebih cepat dan lebih tepat sasaran,” tambah Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono.

Founder & CEO The Iconomics Media, Bram S. Putro, padasambutan pembuka menyampaikan, dengan terselenggaranyaforum dan award ini bisa semakin mendorong dunia CSR menuju model kolaboratif, strategis, berdampak danberkesinambungan.

“Selamat kepada para pelaku usaha yang menerima awarding Indonesia Best CSR Award 2026, penganugerahan ini dinilailangsung oleh para penerima manfaat melalui survei terhadap10.000 responden di 10 kota besar Indonesia berdasarkanpengukuran dua dimensi utama, yaitu CSR Activity Awarenessdan CSR Image,” tambah Director of Brand Research and Strategy The Iconomics Media, Alex Mulya.

Penghargaan untuk Astra Agro ini semakin menegaskanterciptanya hubungan yang harmonis antara perusahaan, masyarakat dan lingkungan, dengan memberikan kontribusinyata yang mendukung pembangunan berkelanjutan danpeningkatan kesejahteraan sosial.

Astra Agro Lestari secara konsisten menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui empat pilarutama, yaitu Astra Kreatif (Program Ekonomi), Astra Cerdas(Program Pendidikan), Astra Sehat (Program Kesehatan), danAstra Hijau (Program Lingkungan) yang dirancang untukmemberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sesuaidengan kebutuhan serta potensi wilayah masing-masing.

Astra Kreatif merupakan program pemberdayaan ekonomimasyarakat yang berfokus pada pengembangan potensi wilayahdan kearifan lokal guna menciptakan peluang usaha, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kemandirianekonomi masyarakat. Astra Cerdas diarahkan pada peningkatankualitas pendidikan melalui penguatan mutu sekolah, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta penyediaan saranapendidikan yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional. Astra Sehat hadir sebagai upaya meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat melalui program promotif, preventif, edukatif, dan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan. Sementara itu, Astra Hijau menjadi wujud kepedulianperusahaan bersama masyarakat dalam menjaga kelestarianlingkungan melalui program konservasi, pengelolaanlingkungan, dan penerapan semangat Go Green secaraberkelanjutan.

“Melalui empat pilar program CSR tersebut, perusahaanberharap dapat menciptakan keseimbangan antara pertumbuhanekonomi, pembangunan sosial, dan kelestarian lingkungan, sekaligus menghadirkan solusi nyata terhadap berbagaitantangan yang dihadapi masyarakat,” ujar CSR Manager Joko Subagio.

Astra Agro terus berkomitmen memperkuat posisi sebagaiperusahaan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, melainkan turut hadir memberikan kebermanfaatan bagi negerimelalui sektor agribisnis.(*)

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/26/astra-agro-dianugerahi-penghargaan-8th-indonesia-csr-brand-equity-awards-2026/feed/ 0 22854
Astra Agro Kembali Raih CSR Brand Equity Awards 2026 atas Dampak Nyata bagi Ribuan Masyarakat https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/25/astra-agro-kembali-raih-csr-brand-equity-awards-2026-atas-dampak-nyata-bagi-ribuan-masyarakat/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/25/astra-agro-kembali-raih-csr-brand-equity-awards-2026-atas-dampak-nyata-bagi-ribuan-masyarakat/#respond Mon, 25 May 2026 09:54:37 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22812 Di tengah tuntutan perhatian dunia terhadap praktik bisnis berkelanjutan, narasi inspiratif lahir dari korporasi yang menempatkan hati dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utamanya. Keberhasilan sebuah korporasi juga tercermin dari sejauh mana kehadirannya mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. 

Penghargaan yang baru saja diterima Astra Agro dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. Dalam penghargaan yang diselenggarakan oleh Investortrust.id tersebut, Astra Agro meraih dua apresiasi sekaligus, yakni Green Achievement in Emission Reduction dan Diamond Achievement in Emission Transparency.

Pengakuan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menunjukkan langkah nyata dalam pengurangan emisi sekaligus mengedepankan keterbukaan informasi yang terverifikasi sebagai bagian dari praktik bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Bagi Astra Agro, penghargaan tersebut bukan hanya tentang capaian perusahaan, tetapi juga refleksi dari komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Sepanjang tahun 2025, Astra Agro memperkuat kepeduliannya terhadap masyarakat melalui empat pilar utama Corporate Social Responsibility (CSR), yakni ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Melalui implementasi program CSR tersebut, perusahaan berhasil menjangkau 256 desa di 51 kecamatan, 20 kabupaten, dan delapan provinsi dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.

Dampak program pengembangan masyarakat pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2025, jumlah penerima manfaat mencapai 142.625 orang, meningkat dibandingkan tahun 2024 sejumlah 135.997 orang dan tahun 2023 sejumlah 131.521 orang. Capaian ini menjadi bagian dari langkah besar Astra Agro menuju target kumulatif 200.000 penerima manfaat pada tahun 2030.

Di bidang ekonomi, Astra Agro menghadirkan program Astra Kreatif yang membina 230 kelompok usaha produktif dengan total penerima manfaat mencapai 2.081 jiwa. Program ini menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.

Pada pilar kesehatan, melalui program Astra Sehat, perusahaan menghadirkan 335 posyandu yang aktif memberikan layanan kepada ribuan kader kesehatan, balita, ibu hamil, hingga lansia. Kehadiran program ini tidak hanya memperkuat akses layanan kesehatan dasar, tetapi juga membangun kesadaran hidup sehat di lingkungan masyarakat sekitar perusahaan.

Sementara itu, melalui pilar pendidikan atau Astra Cerdas, perusahaan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dengan memberikan insentif, pelatihan, hingga beasiswa bagi ratusan sekolah, guru, dan siswa. Dukungan tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui Astra Hijau. Sepanjang 2025, Astra Agro memperkuat pembinaan kader lingkungan, kampanye pengurangan sampah plastik, serta melakukan penanaman sebanyak 25.121 pohon di berbagai wilayah operasional perusahaan. Seluruh program tersebut dipantau secara berkala guna memastikan efektivitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan dampak yang dihasilkan.

Komitmen sosial Astra Agro juga tercermin dalam program pengembangan komunitas adat Suku Anak Dalam (Orang Rimba). Bersama Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD), perusahaan secara konsisten menjalankan program terpadu yang mencakup pembangunan bagi 331 keluarga atau 1.252 jiwa, akses pendidikan untuk 412 anak, layanan kesehatan termasuk keluarga berencana dan pengobatan, hingga dukungan administrasi kependudukan berupa penerbitan 898 KTP serta fasilitasi berbagai bantuan sosial pemerintah.

Tidak hanya itu, perusahaan turut mendukung 37 keluarga di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas melalui pembangunan rumah tradisional dan penguatan budidaya tanaman. Astra Agro juga mengembangkan Agricultural Learning Center (ALC) di Suluh Rimbo Sikar dan Suluh Rimbo Air Panas sebagai sarana peningkatan kapasitas pertanian komunitas.

Seluruh langkah keberlanjutan tersebut berakar pada filosofi Catur Dharma Astra yang menegaskan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan. Nilai tersebut diterjemahkan Astra Agro melalui Triple-P Roadmap yang mencakup Portfolio, People, dan Public Contribution dengan Governance sebagai fondasi utama tata kelola perusahaan yang berintegritas.

Melalui pilar Portfolio, Astra Agro mendorong transformasi menuju praktik agrobisnis yang efisien, rendah karbon, dan berbasis inovasi teknologi. Pilar People memastikan kesejahteraan, keselamatan, serta pengembangan kompetensi seluruh karyawan sebagai kekuatan kolektif perusahaan. Sedangkan Public Contribution diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, konservasi keanekaragaman hayati, dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan shared value bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Penghargaan ini sekaligus mempertegas bahwa keberlanjutan bagi Astra Agro diwujudkan melalui inovasi bisnis dan pengurangan emisi, juga lewat upaya menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dari waktu ke waktu.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/25/astra-agro-kembali-raih-csr-brand-equity-awards-2026-atas-dampak-nyata-bagi-ribuan-masyarakat/feed/ 0 22812
Perkuat Akses Mobilitas Warga, PT KTU Lakukan Perbaikan Infrastruktur Jalan https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/25/perkuat-akses-mobilitas-warga-pt-ktu-lakukan-perbaikan-infrastruktur-jalan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/25/perkuat-akses-mobilitas-warga-pt-ktu-lakukan-perbaikan-infrastruktur-jalan/#respond Mon, 25 May 2026 08:27:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22861 Siak,detikriaunews.com. Kontribusi perusahaan kelapa sawit PT Kimia Tirta Utama (KTU) dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata. Salah satunya lewat kegiatan perbaikan Jalan Simpang Astra Pos 1 di Kampung Pangkalan Pisang, kecamatan Koto Gasib, kabupaten Siak, Kamis (7/5/2026).

Perbaikan jalan tersebut, merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat akan akses infrastruktur yang layak dan aman digunakan. Jalan itu diketahui menjadi salah satu jalur utama yang digunakan masyarakat Kampung Pangkalan Pisang menuju jalan poros kabupaten, sehingga keberadaannya memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari.

Apresiasi terhadap langkah PT KTU disampaikan Camat Koto Gasib, Wendy Masrizal. Menurutnya, kontribusi perusahaan dirasakan langsung oleh masyarakat karena jalan tersebut merupakan akses vital penghubung warga menuju jalan utama kabupaten.

“Kami mengapresiasi PT KTU yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Kampung Pangkalan Pisang melalui perbaikan jalan di Simpang Astra Pos 1. Jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat dan dampak perbaikannya sangat dirasakan oleh pengguna jalan,” ungkap Wendy.

Menurutnya, PT KTU telah banyak memberikan kontribusinya bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan maupun dukungan infrastruktur untuk masyarakat sekitar.

Manajemen PT KTU, Teddy Yohendra Siregar, menyampaikan bahwa perusahaan terus berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata melalui berbagai bentuk dukungan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Jalan Simpang Astra Pos 1 merupakan jalur utama bagi sebagian masyarakat Kampung Pangkalan Pisang, sehingga menjadi perhatian kami untuk memastikan kondisinya tetap baik dan dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Teddy.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, PT KTU melalui Kepala Teknik dan Asisten Infrastruktur menurunkan personel, material sirtu dan batu pecah, serta alat berat berupa compactor dan lima unit dump truck guna mempercepat proses perbaikan jalan.

Selain melakukan perbaikan, perusahaan juga secara konsisten melaksanakan penyiraman jalan sebagai upaya menciptakan kenyamanan masyarakat pengguna jalan, khususnya untuk mengurangi paparan debu saat musim panas.

“Perbaikan ini dilakukan agar kondisi jalan kembali optimal dan aman digunakan masyarakat. Kami berharap keberadaan infrastruktur yang baik dapat membantu memperlancar aktivitas warga sehari-hari,” tambah Teddy.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi PT KTU dalam menghadirkan sinergi bumi dan manusia, untuk satu Indonesia melalui hubungan harmonis dan kolaboratif bersama masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui sinergi yang terus dibangun bersama masyarakat dan pemerintah setempat, situasi kondusif serta hubungan yang saling mendukung akan tercipta demi kemajuan bersama dan pembangunan yang berkelanjutan.(HUT)

Sumber: Detik.riannews.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/25/perkuat-akses-mobilitas-warga-pt-ktu-lakukan-perbaikan-infrastruktur-jalan/feed/ 0 22861
Idris Lambang: Good Agricultural Practices Astra Agro Bersama CPOPC, Dorong Kemajuan Petani Sawit https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/18/idris-lambang-good-agricultural-practices-astra-agro-bersama-cpopc-dorong-kemajuan-petani-sawit/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/18/idris-lambang-good-agricultural-practices-astra-agro-bersama-cpopc-dorong-kemajuan-petani-sawit/#respond Mon, 18 May 2026 01:46:26 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22757 Kelapa sawit tidak hanya sekadar komoditas bagi banyak masyarakat — ia telah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang perlahan mengubah kesejahteraan keluarga. Dari kebun-kebun yang dulu dikelola secara sederhana, kini kelapa sawit hadir sebagai sumber penghidupan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan.

Di Kabupaten Pasangkayu, tanaman ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Setiap hari, para petani memanen tandan buah segar (TBS) dengan harapan sederhana: hasil yang cukup untuk menghidupi keluarga. Harapan itu kini semakin nyata.

“Rata-rata pendapatan petani di kelompok koperasi kami, satu orang bisa mencapai Rp 35 juta setiap bulan,” ujar Idris Lambang, Ketua Kelompok Tani Bina Bersama Lestari.

Bagi pria berusia 53 tahun tersebut, menjadi petani sawit adalah tentang perubahan hidup. Ia merasakan sendiri bagaimana penghasilan dari kebun mampu memberikan kepastian ekonomi bagi keluarganya—sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Sebelum menjadi ketua kelompok tani sawit, Idris bercerita sempat menjadi petani kakao, namun tidak bertahan lama karena tanaman kakao yang lebih rentan terhadap hama dan penyakit, biaya perawatan tinggi, serta harga jual yang tidak stabil. 

“Banyaknya kesulitan saat menjadi petani coklat, hingga akhirnya saya memutuskan beralih ke petani sawit. Sawit menawarkan pasar yang jelas dan keuntungan jangka panjang yang lebih pasti,” ungkapnya.

Bersama anggota kelompoknya, Idris kini dapat memanen dan menjual hasil kebun hampir setiap hari. Dalam sebulan, produksi mereka bisa mencapai 1.000 hingga 1.100 ton TBS. Hasil panen tersebut kemudian dijual ke PT Letawa anak usaha Astra Agro, perusahaan perkebunan yang telah menjadi mitra mereka selama hampir dua dekade atau 19 tahun lamanya.

Kemitraan ini membawa perubahan besar. Dulu, petani sering menghadapi kesulitan menjual hasil panen. Kualitas buah yang belum optimal serta keterbatasan pengetahuan tentang budidaya menjadi tantangan utama. Kini, melalui koperasi dan pendampingan perusahaan, akses pasar menjadi lebih terbuka dan terarah.

“Banyak sekali manfaat yang kami rasakan. Kami rutin mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas panen,” kata Idris.

Pendampingan itu tidak hanya sebatas teori. Para petani mendapatkan bimbingan langsung di lapangan—mulai dari cara pemupukan yang tepat, teknik panen yang efisien, hingga pengelolaan kebun yang berkelanjutan. Bahkan, pelatihan juga dilakukan secara daring untuk memastikan pengetahuan terus berkembang.

Langkah ini semakin diperkuat melalui kegiatan kolaborasi yang baru-baru ini digelar antara Astra Agro dan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). Kegiatan yang menghadirkan pelatihan bagi petani sawit mandiri Pasangkayu, Sulawesi Barat. Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, juga membangun pemahaman petani tentang Good Agricultural Practices (GAP) yakni pentingnya efisiensi dan praktik keberlanjutan dalam pengelolaan kebun.

Dalam pelatihan yang diselenggarakan di Palu pada 28–29 April 2026 tersebut, para petani didorong untuk menerapkan praktik budidaya yang lebih baik, produktif, dan ramah lingkungan. 

Idris menjadi salah satu yang merasakan langsung dampak dari program tersebut. Ia mengaku kini semakin update memahami bagaimana merawat tanaman sawit sejak awal penanaman hingga perawatan rutin, sehingga hasil panen dapat lebih maksimal.

“Pelatihan seperti ini yang menjadi salah satu pendukung kami untuk menjadi petani sawit yang semakin berkualitas,” katanya.

Sementara itu, melalui keterangan tertulis Direktur Sustainability and Smallholder CPOPC Antonius Yudi, menegaskan bahwa petani memilili peran strategis dalam rantai pasok global, sehingga penguatan kapasitas petani kecil merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan industri sawit ke depan. 

“Harapannya kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap pentingnya efisiensi dan keberlanjutan dalam pengelolaan kebun,” ujarnya. 

Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Pasangkayu, Abidin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Menurut Abidin, pengembangan kapasitas petani melalui penerapan praktik budidaya yang baik menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing petani lokal. 

Kabupaten Pasangkayu mencatatkan capaian membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Barat dalam ajang Musrenbang RKPD 2027 yang digelar pada April 2026. Pencapaian ini mencerminkan laju pembangunan daerah yang konsisten dan menunjukkan kinerja ekonomi yang semakin kuat.

Di balik capaian tersebut, sektor perkebunan menjadi tulang punggung utama, khususnya komoditas kelapa sawit beserta produk turunannya. Aktivitas produksi crude palm oil (CPO) dan rantai nilainya telah berperan besar dalam menggerakkan roda ekonomi daerah, sekaligus menjadikan Pasangkayu sebagai salah satu kontributor penting bagi pertumbuhan sektor pertanian di Sulawesi Barat.

Dengan berbagai program dan inisiatif yang dijalankan Astra Agro Grup dalam mendukung kapasitas dan kualitas petani sawit, upaya ini menjadi langkah penting untuk mendorong produktivitas sekaligus memperkuat daya saing perkebunan di Sulawesi Barat ke depan.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/18/idris-lambang-good-agricultural-practices-astra-agro-bersama-cpopc-dorong-kemajuan-petani-sawit/feed/ 0 22757
Astra Agro Raih Penghargaan Bergengsi atas Transparansi dan Penurunan Emisi, Perkuat Komitmen Berkelanjutan https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/04/astra-agro-raih-penghargaan-bergengsi-atas-transparansi-dan-penurunan-emisi-perkuat-komitmen-berkelanjutan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/04/astra-agro-raih-penghargaan-bergengsi-atas-transparansi-dan-penurunan-emisi-perkuat-komitmen-berkelanjutan/#respond Mon, 04 May 2026 00:50:23 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22655 Jakarta — Komitmen kuat terhadap keberlanjutan kembali mengantarkan PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) meraih pengakuan nasional. Dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Investortrust.id, Astra Agro berhasil meraih penghargaan Green Achievement in Emission Reduction and Diamond Achievement in Emission Transparency.

Penghargaan ini diterima oleh Direktur Astra Agro, Widayanto, dalam acara yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta (30/04). Ajang ini merupakan bentuk apresiasi kepada korporasi yang dinilai berhasil menunjukkan upaya nyata dalam pengurangan emisi sekaligus mengedepankan keterbukaan informasi yang terverifikasi, guna mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Direktur Astra Agro Widayanto, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi pengakuan atas langkah strategis perusahaan dalam menjalankan strategi keberlanjutan secara terukur dan berdampak.

“Penghargaan ini mencerminkan komitmen kuat Astra Agro dalam mendukung agenda dekarbonisasi, baik di tingkat nasional maupun global. Kami percaya bahwa transparansi dan aksi nyata dalam penurunan emisi merupakan fondasi utama dalam membangun industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sebagai bagian dari Astra Group, Astra Agro turut mengadopsi target ambisius penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 30% pada tahun 2030 dengan baseline tahun 2019. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menjalankan berbagai inisiatif strategis yang terintegrasi, antara lain pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit sebagai kompos untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia, penggunaan biomassa cangkang sebagai substitusi batu bara, serta pengembangan fasilitas biogas plant untuk menangkap emisi metana.

Selain itu, Astra Agro juga memperkuat kontribusinya melalui perlindungan kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT), rehabilitasi mangrove, hingga inovasi penggunaan pupuk hayati seperti ASTEMIC (Astra Effective Microbes). Di sisi operasional, efisiensi energi juga terus ditingkatkan, termasuk melalui optimalisasi sistem manajemen air yang berkontribusi pada pengurangan konsumsi bahan bakar.

Sampai dengan akhir tahun 2025, Astra Agro telah memanfaatkan energi terbarukan dalam kegiatan operasional dengan bauran mencapai 92,3%, inisiatif Methane Capture, hingga pemanfaatan cangkang dan fiber sehingga membuahkan hasil pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 35,69% setara 439.825 ton CO₂eq dibanding baseline 2019.

CEO Investor Trust, Primus Dorimulu menjelaskan bahwa penyelenggaraan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya urgensi isu perubahan iklim serta semakin besarnya tuntutan terhadap peran korporasi dalam mendukung agenda dekarbonisasi. Menurutnya, transparansi dalam pelaporan emisi kini menjadi aspek krusial untuk memastikan akuntabilitas sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap komitmen keberlanjutan perusahaan.

“Ajang ini dirancang untuk mendorong dunia usaha mengedepankan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab, termasuk melalui pelaporan emisi yang terbuka, terukur, dan terverifikasi,” ujarnya.

Penghargaan ini semakin memperkuat posisi Astra Agro sebagai perusahaan agribisnis yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan tata kelola yang transparan. Ke depan, Astra Agro akan terus mengakselerasi berbagai inisiatif hijau sebagai bagian dari kontribusi aktif terhadap masa depan rendah karbon.(*)

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/04/astra-agro-raih-penghargaan-bergengsi-atas-transparansi-dan-penurunan-emisi-perkuat-komitmen-berkelanjutan/feed/ 0 22655
Refleksi Hardiknas: Kurnia dan Desi, Potret Nyata Pendidikan Komunitas SAD https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/02/refleksi-hardiknas-kurnia-dan-desi-potret-nyata-pendidikan-komunitas-sad/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/02/refleksi-hardiknas-kurnia-dan-desi-potret-nyata-pendidikan-komunitas-sad/#respond Sat, 02 May 2026 00:39:17 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22650 Desi dan Kurnia dua nama yang mempesona. Betapa tidak, mereka adalah gadis-gadis asal komunitas Suku Anak Dalam (SAD) yang merantau dari kampung halamannya untuk berdedikasi dalam menempuh pendidikan tinggi.

Sudah hampir tiga tahun Desi masuk kuliah. Bertahun-tahun lebih pula ia mulai disibukkan dengan urusan perkuliahan. Desi tercatat di akademik sebagai mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (PPKN) di Universitas Jambi. Universitas ini berada di Muaro Bulian, Kabupaten Muaro Jambi, sekitar 15 kilometer dari jantung kota Jambi. Katanya ia memilih jurusan ini karena kelak ingin maju bersama komunitasnya dengan mendidik anak-anak SAD belajar baca tulis.

“Saya bangga lahir sebagai anak Rimba, tapi hidup kami susah, karena belum semua dari kami sadar akan belajar, di usia saya banyak yang lebih memilih menikah daripada sekolah,” ungkap Desi.

Desi adalah anak sulung dari Munawir dan Indra Wati. Ia berpetualang ke Jambi demi melanjutkan pendidikan. Bagi Desi menjadi anak pertama dengan tiga orang adik yang masih kecil, merupakan salah satu motivasinya untuk sekolah tinggi, supaya bisa mengangkat derajat orang tua dan membantu menghidupi adik-adiknya.

Memang sudah banyak anak dari komunitas SAD dari desa asal tinggal Desi memutuskan untuk mengenyam pendidikan, namun dapat dihitung jari yang konsisten mampu dan mau melanjutkan hingga jenjang perguruan tinggi sepertinya.

“Saya tidak masalah tinggal jauh dari keluarga karena ingin membanggakan orang tua. Saya ingin terus lanjut sekolah supaya bisa meraih cita-cita, dan jadi contoh buat adik-adik,” kata Desi.

Desi menyebutkan bahwa ia ingin menjadi lebih baik dari orangtuanya, sebab dulu Bapak dan Ibu Desi hanya bersekolah sampai jenjang sekolah dasar.

SAD atau Orang Rimba adalah salah satu indigeneous people yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Pada umumnya mereka hidup secara nomaden dan mencari penghidupan dengan berburu dan mengumpulkan buah-buahan dari hutan. Namun sudah banyak di antara mereka yang saat ini memutuskan meninggalkan hutan dan menetap di suatu tempat serta berbaur dan hidup dengan warga sekitar.

Kisah Kurnia tak kalah mengagumkan. Ia adalah gadis yang usianya baru 20 tahun, kini langkahnya pasti dan penuh percaya diri. Pasalnya cita-citanya menjadi seorang tenaga kesehatan sejak di bangku sekolah dasar tak lama lagi akan terwujud. Tak ada yang menyangka salah satunya lagi anak rimba akhirnya dapat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi negeri, di kota Jambi.

Kurnia dan keluarga besarnya komunitas SAD, merupakan warga asal Desa Bukit Suban, sebuah Desa di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Hidup jauh dari kemajuan pendidikan di wilayah perkotaan, tidak membuat anak kedua dari empat bersaudara itu tumbuh menjadi pribadi yang putus asa.

Kepercayaan dirinya ia tanamkan sejak Kurnia mulai beradaptasi dan aktif dalam pergaulan. Meski berasal dari sebuah desa yang cukup jauh dari Kota Jambi, saat memasuki dunia perkuliahan di kota, ia dapat beradaptasi dengan berbagai macam orang dari berbagai latar belakang.

Namun dibalik itu, rasa pesimis tak jarang Kurnia rasakan, saat masih ada beberapa dari komunitas bahkan kawan-kawan sesama SAD tak percaya dengan cita-citanya. Membuat Kurnia sedih dan berniat menenggelamkan mimpinya.

“Ketika saya bilang saya lulus di fakultas kesehatan, saya malah nangis. Bahkan ada yang datang bukan untuk mendukung tapi membuat saya ragu. Waktu itu pokoknya benar-benar tidak tahu harus bagaimana salah satunya karena biaya di Kota,” ungkap Kurnia sambil mengenang.

Singkat cerita ambisi Desi dan Kurnia bersambut. Mereka berhasil sampai di bangku kuliah dengan mendapat seabrek bantuan. “Semua biaya sekolah sampe kuliah, bahkan uang saku dan kebutuhan sehari-hari selama di rantau itu PT SAL yang bayari,” Kata Kurnia dengan logatnya yang masih khas.

“Gak cuma masalah sekolah dan kuliah, bapak ibu juga dibantu sama PT SAL, dikasih banyak bantuan biar bisa menghidupi adik-adik di rumah,” ujar Desi menimpali pernyataan Kurnia.

Bagi Desi dan Kurnia, PT Sari Aditya Loka (SAL) memberikan dukungan penuh baik bantuan material, non-material, termasuk dukungan moral kepada mereka hingga bisa lolos di perguruan tinggi bergengsi di Jambi.

PT SAL merupakan salah satu entitas usaha Astra Agro yang berlokasi di Jambi. Bagi perusahaan Harmoni dengan masyarakat sekitar menjadi fondasi dalam setiap langkah operasional perusahaan. Sehingga membantu Kurnia, Desi serta komunitas SAD lainnya tidak lagi menjadi kewajiban namun menjadi nilai dan budaya perusahaan.

Desi dan Kurnia, dua mahasiswa yang berdedikasi dalam menempuh pendidikan tinggi, mereka telah berhasil menyelesaikan semester enam mereka pada tahun ini. Saat ini, mereka tengah fokus menghadapi ujian praktik dan penilaian semester sebagai persiapan menuju term akademik berikutnya.

Bahkan Desi berhasil meraih IPK yang mengesankan sebesar 3,81 pada semester ketiganya. Ia kini terus mengasah kemampuannya untuk menyajikan materi kurikulum PPKN melalui media yang inovatif, seperti video pembelajaran.

Sementara itu, Kurnia, yang menempuh pendidikan di Politeknik Kesehatan Jambi, telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk syarat kelulusan. Kesempatan ini akan membantunya mengaplikasikan pengetahuan akademik yang telah diperoleh ke dalam situasi nyata di tengah masyarakat.

Melalui komitmen untuk hidup berdampingan secara berkelanjutan, selain menjalankan aktivitas bisnis, perusahaan senantiasa berupaya memberdayakan komunitas lokal, termasuk masyarakat adat. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat pada upaya pendampingan dan pemberdayaan SAD, yang dilakukan melalui berbagai program sosial, diantaranya di bidang pendidikan.

Pada Komunitas SAD, Komitmen Astra Agro dalam bidang pendidikan diantaranya melalui dukungan terhadap Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), perusahaan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak SAD yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam memperoleh layanan pendidikan formal.

Sepanjang 2025, sebanyak 412 anak SAD mengikuti kegiatan belajar di 13 PKBM dengan dukungan 19 tenaga pengajar. Selain itu, perusahaan juga menyalurkan beasiswa kepada 412 anak yang berasal dari tujuh rombongan dan 14 sub-rombong, mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD,SD,SMP, hingga SMA/K dan perguruan tinggi.

Secara lebih luas, kontribusi Astra Agro dalam pendidikan terangkum dalam pilar Astra Cerdas yang menjangkau ratusan sekolah binaan di berbagai wilayah operasional. Sepanjang tahun yang sama, Astra Agro menjangkau 194 sekolah binaan yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Upaya ini melibatkan 2.811 guru dan memberikan manfaat langsung kepada 37.716 siswa.

Melalui berbagai inisiatif seperti festival pendidikan, dukungan kegiatan dan lomba akademik, hingga penyediaan Beasiswa Pendidikan Astra, perusahaan berupaya menciptakan ekosistem belajar yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Program beasiswa menjadi salah satu langkah konkret yang memberikan dampak luas. Selama tahun 2025, sebanyak 1.981 siswa dari sekolah binaan menerima dukungan Beasiswa Pendidikan.

Di sisi lain, Astra Agro juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas tenaga pendidik. Perusahaan memberikan tambahan insentif rutin setiap bulan kepada 581 guru honorer sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Selain itu, pelatihan peningkatan kompetensi juga diberikan kepada 226 guru guna memperkuat kapasitas pengajaran dan adaptasi terhadap metode pembelajaran yang lebih inovatif.

Sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, langkah-langkah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Astra Agro hadir sebagai mitra strategis dalam pembangunan pendidikan bagi masyarakat sekitar perusahaan. Inisiatif yang dijalankan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mencetak generasi yang lebih unggul, dan memiliki kesempatan pendidikan yang sama. Tumbuhnya Desi dan Kurnia menjadi bagian dari perjalanan Astra Agro dalam menumbuhkan harapan, membuka peluang, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.(*)

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/02/refleksi-hardiknas-kurnia-dan-desi-potret-nyata-pendidikan-komunitas-sad/feed/ 0 22650
Edukasi dan Aksi Nyata, PT GSDI Dorong Kesadaran Lingkungan dan Pencegahan Karhutla https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/edukasi-dan-aksi-nyata-pt-gsdi-dorong-kesadaran-lingkungan-dan-pencegahan-karhutla/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/edukasi-dan-aksi-nyata-pt-gsdi-dorong-kesadaran-lingkungan-dan-pencegahan-karhutla/#respond Wed, 29 Apr 2026 08:30:01 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22636 TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN – Dalam momentum Hari Bumi Sedunia, PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI) melakukan edukasi pencegahan kebakaran sejak dini, seperti kegiatan sosial isasi dan simulasi penanggulangan kebakaran yang melibatkan siswa dan tenaga pendidik, secara aktif di SMPN 2 Pangkalan Banteng, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan keberlanjutan perusahaan, yang menempatkan aspek perlindungan lingkungan dan pencegahan kebakaran sebagai prioritas utama.

Sejalan dengan prinsip zero burning policy, PT GSDI secara konsisten mengedepankan upaya pencegahan dibandingkan penanggulangan, termasuk melalui penguatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.
 
Di tengah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipengaruhi oleh perubahan iklim dan aktivitas manusia, edukasi kepada generasi muda dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya sadar lingkungan. 

Melalui Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD), perusahaan menghadirkan pelatihan praktis yang mencakup pengenalan potensi risiko kebakaran, teknik penanganan awal, hingga penggunaan peralatan pemadam sederhana.
 
Para peserta menerima materi dan juga terlibat langsung dalam simulasi pemadaman menggunakan karung goni, alat pemadam api ringan (APAR), serta unit pemadam milik perusahaan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat secara nyata.
 
PIC Fire Protection PT GSDI, Tri Budi J menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan, dalam memastikan keselamatan lingkungan sekitar tetap terjaga.
 
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Pemahaman dasar seperti arah angin, jarak aman, dan prosedur evakuasi menjadi bekal penting untuk meminimalkan risiko kebakaran,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan implementasi dari sistem pencegahan kebakaran terintegrasi yang dijalankan perusahaan.

Sistem tersebut mencakup pemantauan titik api secara berkala, patroli terpadu, kesiapan sarana dan prasarana, serta pelatihan rutin bagi tim tanggap darurat.
 
Dalam kebijakan keberlanjutan perusahaan menegaskan komitmennya untuk melindungi area bernilai konservasi tinggi, mengelola lahan secara bertanggung jawab tanpa pembakaran, serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. 

Pendekatan kolaboratif ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif masyarakat, institusi pendidikan, hingga aparat setempat dalam upaya pencegahan kebakaran. Kegiatan ini turut dipantau oleh Bhabinkamtibmas Polsek Pangkalan Banteng sebagai bentuk sinergi antara perusahaan, aparat, dan masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan wilayah.
 
Melalui inisiatif ini, PT GSDI menegaskan, upaya mencapai target zero fire tidak hanya bergantung pada sistem internal perusahaan, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. 

Edukasi, kolaborasi, dan konsistensi menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Sumber: Kalteng.tribunnews.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/edukasi-dan-aksi-nyata-pt-gsdi-dorong-kesadaran-lingkungan-dan-pencegahan-karhutla/feed/ 0 22636
Perkuat Tata Kelola Gambut, Astra Agro Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/perkuat-tata-kelola-gambut-astra-agro-tingkatkan-kesiapsiagaan-karhutla/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/perkuat-tata-kelola-gambut-astra-agro-tingkatkan-kesiapsiagaan-karhutla/#respond Wed, 29 Apr 2026 08:21:13 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22632 Agrofarm.co.id, Pekanbaru — PT Astra Agro Lestari Tbk melalui unit usahanya di Provinsi Riau menegaskan komitmen Kebijakan Keberlanjutan yang memuat prinsip no burning dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui partisipasi aktif dalam Apel Siaga Pencegahan Karhutla yang digelar di Pekanbaru.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor di tengah meningkatnya risiko kebakaran pada tahun 2026.

Saat Apel Siaga di Riau pada Sabtu(25/4/2026), Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menekankan bahwa ancaman karhutla pada tahun ini perlu diwaspadai secara serius.

Musim kemarau panjang yang diproyeksikan terjadi bersamaan dengan fenomena El Nino, serta penurunan curah hujan yang signifikan menjadi faktor utama meningkatnya risiko kebakaran. Oleh sebab itu, Hanif mengajak seluruh lapisan masyarakat waspada terhadap risiko karhutla terutama di Riau dengan lahan gambut yang luas.

“Curah hujan yang rendah dan kondisi gambut yang sangat rentan, membuat potensi kekeringan akan meningkat signifikan. Riau menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, terlebih dengan luas gambut yang mencapai hampir separuh dari total daratan serta keberadaan lebih dari 13.000 kilometer kanal,” ujar Hanif saat Apel Siaga di Riau pada Sabtu (25/4/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, Astra Agro menempatkan pengelolaan lahan gambut sebagai salah satu fokus strategi pencegahan karhutla.

Ekosistem gambut yang rentan terhadap perubahan iklim dikelola melalui pendekatan terintegrasi untuk menjaga kestabilan hidrologi dan meminimalkan risiko kebakaran, sekaligus sebagai bagian dari mitigasi risiko operasional jangka panjang.

Vice President Corporate Communication Astra Agro, Mochamad Husni menjelaskan, sejak tahun 2015, Astra Agro tidak melakukan pembukaan lahan baru, baik di lahan gambut maupun lahan mineral.

Pengelolaan gambut dilakukan melalui sistem pemantauan teknis, termasuk pengukuran Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) menggunakan dipwell dan peil scale, pemantauan curah hujan, serta pengukuran subsidensi sesuai ketentuan yang berlaku. Infrastruktur tata air seperti sekat kanal dan bangunan air juga terus dipelihara untuk memastikan keseimbangan hidrologi sepanjang tahun.

“Hasil pemantauan menunjukkan kondisi TMAT di area operasional berada dalam kategori baik. Upaya ini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menjaga fungsi ekologis gambut secara berkelanjutan,” ujar Husni.

Selain pengelolaan gambut, Astra Agro memastikan seluruh entitasnya berada dalam kondisi siaga melalui penguatan sistem pencegahan yang terstruktur. Perusahaan secara rutin melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran untuk memastikan kesiapan operasional tetap optimal, serta menerapkan kebijakan zero burning secara konsisten di seluruh lini operasional dan rantai pasok.

Upaya ini diperkuat dengan optimalisasi infrastruktur pencegahan seperti menara pantau, embung air, serta patroli terpadu dan pemantauan hotspot berbasis teknologi guna meningkatkan kecepatan deteksi dan respons. Kesiapan tersebut didukung oleh tim fire brigade yang terlatih dan pelaksanaan simulasi penanganan karhutla secara berkala.

Sebagai bagian dari pendekatan berbasis risiko, Astra Agro juga melakukan in-depth assessment pada enam distrik rawan kebakaran dengan mempertimbangkan aspek lanskap, sosial, dan historis hotspot.

Perusahaan turut mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan melalui patroli terpadu, penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta dukungan terhadap program pemerintah seperti Rencana Aksi Daerah Siak Hijau dan Klaster Pelalawan.

Dengan penguatan pengelolaan gambut, kesiapsiagaan operasional, serta kolaborasi multipihak, Astra Agro menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menekan risiko karhutla sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Sumber: Agrofarm.co.id

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/perkuat-tata-kelola-gambut-astra-agro-tingkatkan-kesiapsiagaan-karhutla/feed/ 0 22632
Astra Agro dan CPOPC Dorong Petani Sawit Mandiri Terapkan Praktik Berkelanjutan https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/astra-agro-dan-cpopc-dorong-petani-sawit-mandiri-terapkan-praktik-berkelanjutan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/astra-agro-dan-cpopc-dorong-petani-sawit-mandiri-terapkan-praktik-berkelanjutan/#respond Wed, 29 Apr 2026 08:16:54 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22628 Palu (ANTARA) – PT Astra Agro Lestari Tbk bersama Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) mendorong petani sawit mandiri di Kabupaten Padang kayu, Sulawesi Barat menerapkan praktik sawit berkelanjutan lewat pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) yang berlangsung 28–29 April 2026.

Langkah itu sebagai upaya peningkatan produktivitas, sekaligus praktik perkebunan yang berkelanjutan bagi para petani.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap pentingnya efisiensi dan keberlanjutan dalam pengelolaan kebun,” kata Direktur Sustainability and Smallholder CPOPC Antonius Yudi Trucapnya melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Selasa.

Ia mengemukakan peningkatan kapasitas petani merupakan kunci dalam mendorong produktivitas, sekaligus keberlanjutan industri kelapa sawit, khususnya bagi petani kecil yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok global.

“Petani memiliki peran strategis dalam industri kelapa sawit dunia. Melalui pelatihan seperti ini, kami berharap para petani dapat meningkatkan praktik budidaya yang lebih baik, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Pasangkayu Abidin menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang diberikan oleh CPOPC dan Grup Astra Agro Lestari.

Peningkatan kapasitas petani dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat produktivitas dan efisiensi.

“Pengembangan kapasitas petani melalui penerapan praktik budidaya yang baik menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing petani lokal,” ucapnya.

Salah satu peserta pelatihan Idris Lambang dari Kelompok Tani Bina Bersama Lestari mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu dalam menambah wawasan terkait praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai petani. Kami jadi lebih paham bagaimana cara merawat sawit yang benar, mulai dari penanaman sampai perawatan, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Hal selaras disampaikan oleh Manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk wilayah Sulawesi Cahyo Kurniawan, yang menyebutkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani terhadap praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan bahwa peran petani sangat penting dalam ekosistem perkebunan sawit, khususnya di Sulawesi Barat.

“Kami mengundang para mitra dari kelompok tani di sekitar kebun, khususnya di Pasangkayu, sebagai bentuk kepedulian kami agar petani bisa memahami dan menerapkan praktik budidaya sawit yang baik dan benar, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang produksi di kebun swadaya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Pasangkayu meraih penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulbar pada Musrenbang RKPD 2027 (dilaksanakan April 2026), menunjukkan kinerja pembangunan yang impresif.

Sektor perkebunan, terutama kelapa sawit (CPO dan turunannya), menjadi mesin utama penggerak ekonomi, menjadikan Pasangkayu penyumbang penting dalam pertumbuhan sektor pertanian Sulbar.

Sumber: sulteng.antaranews.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/astra-agro-dan-cpopc-dorong-petani-sawit-mandiri-terapkan-praktik-berkelanjutan/feed/ 0 22628
Turut Semarakkan Pekan Imunisasi dan Hari Posyandu Nasional, Ini Cerita Kader dan Penerima Manfaat Kesehatan Astra Agro https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/turut-semarakkan-pekan-imunisasi-dan-hari-posyandu-nasional-ini-cerita-kader-dan-penerima-manfaat-kesehatan-astra-agro/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/turut-semarakkan-pekan-imunisasi-dan-hari-posyandu-nasional-ini-cerita-kader-dan-penerima-manfaat-kesehatan-astra-agro/#respond Wed, 29 Apr 2026 03:19:02 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22621 Jumini atau yang akrab disapa dengan Jum, warga desa Kampung Baru, Kabupaten Aceh Singkil, sudah mengabdikan dirinya selama 25 tahun sebagai kader posyandu. Menjadi kader tanpa pamrih demi kesehatan bayi dan balita di desanya.

Di usianya yang hampir menginjak 50 tahun, Jum tak kenal lelah mengabdi sebagai kader posyandu di desanya. Jum yang juga seorang ibu dari tiga orang anak, awalnya ikut menjadi kader posyandu berbekal pelatihan yang diadakan oleh Astra Agro group yakni PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) yang berlokasi di Aceh Singkil.

Untuk menjadi kader posyandu, saat itu Jum harus menempuh pelatihan yang lumayan jauh ke ibu kota kecamatan. Dia terus menekuni ilmu yang diberikan saat pelatihan sebagai kader posyandu, sampai akhirnya ia mampu bertahan puluhan tahun menekuni profesinya.

Jum mengakui, tak mudah memang mengajak kaum ibu yang memiliki bayi dan balita untuk terus mengontrol anaknya di posyandu. Butuh kesabaran ekstra untuk meyakinkan kaum ibu di desanya betapa pentingnya untuk memantau tumbuh kembang anak.

“Dulukan memang susah ya mengajak ibu-ibunya untuk rajin membawa anaknya ke posyandu. Apa lagi zaman dulu puluhan tahun lalu informasi dan teknologi belum secanggih sekarang,” katanya dalam perbincangan dengan assistent CSR PT PLB beberapa waktu lalu.

Seiring berjalannya waktu, halaman Posyandu semakin lama semakin ramai, kerap diwarnai oleh datangnya ibu dan anak yang semakin sadar akan pentingnya posyandu. Satu per satu para ibu datang, sebagian menggendong bayi, sebagian lagi menuntun balita yang masih mengantuk. Sementara di sudut ruangan, terdengar tawa kecil anak-anak yang bermain sambil menunggu giliran, lalu para kader menyambut dengan ramah, mempersilakan mereka duduk, sementara yang lain bersiap di meja pendaftaran. 

“Kalau tidak ada berbagai pelatihan dan bantuan yang selalu diberikan kepada para kader dari Astra Agro Grup, mungkin saya sudah lama pindah profesi, apalagi saya juga punya usaha dagang kecil-kecilan di rumah, tapi karena satu dan lain hal saya sangat mencintai pekerjaan mulia saya sebagai kader binaan PT PLB,” ungkap Jumini.

Di meja lainnya, para bayi dan balita melakukan proses pemantauan tumbuh kembang, pembagian pemantauan dilakukan oleh para kader, penimbangan berat badan, sementara kader lain mengukur tinggi badan, serta pengecekan kurva pertumbuhan lainnya. Para ibu memperhatikan dengan seksama lalu dijelaskan dengan sabar arti angka-angka tersebut. Percakapan sederhana pun terjadi tentang status gizi, pola dan tingkat laku anak, hingga kekhawatiran yang sering muncul dalam pengasuhan.

Kekhawatiran itu salah satunya dirasakan oleh Agustina Damayanti seorang ibu muda yang saat itu sedang membawa anaknya berusia 21 bulan untuk melakukan imunisasi posyandu di Desa Kebun Agung, Kotawaringin Barat, salah satu desa binaan PT Gunung Sejahtera Puti Pesona (GSPP). 

PT GSPP yang juga merupakan bagian dari Astra Agro Grup yang berada di Kalimantan Tengah, perusahaan menjalankan komitmen dalam tanggung jawab sosial, salah satunya diwujudkan melalui pilar kesehatan. Pilar ini diantaranya berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar perkebunan melalui program berkelanjutan, utamanya pencegahan stunting, pendampingan kesehatan ibu anak, serta penguatan posyandu. 

“Sebagai ibu yang masih bisa dibilang baru, pengetahuan saya terkait posyandu masih minim, seringkali cemas atau panik, namun berkat adanya program rutin posyandu dari Astra Agro Grup kami jadi lebih cermat dengan tumbuh kembang anak-anak kami,” ungkap Agustina. 

Ibu dari dua orang anak ini, mengungkapkan kedua anaknya full mendapatkan dukungan fasilitas kesehatan dari GSDI. Baginya Posyandu lebih dari sekadar tempat pemeriksaan kesehatan. Di sana para ibu menemukan ruang belajar dan berbagi, para ibu merasa didampingi, pun para lansia yang juga mendapatkan fasilitas kesehatan tetap diperhatikan, serta anak-anak mendapatkan awal kehidupan yang lebih baik. “Semua berjalan sederhana, namun penuh makna,” tambahnya.

Di balik aktivitas yang tampak hanya sebagai rutinitas itu, ada upaya yang lebih besar yang senantiasa diperkuat. Astra Agro melalui pilar Astra Sehat hadir mendampingi dengan pendekatan yang berkelanjutan. Hingga tahun 2025, perusahaan telah membina 335 Posyandu di 256 desa, yang menjangkau 21.082 balita dan ibu hamil di seluruh wilayah operasional. 

Di sisi lain, ada peran para kader posyandu yang dengan tekun menjalankan tugasnya, mereka datang lebih awal, menyiapkan perlengkapan, memastikan setiap proses berjalan lancar. 

Selain Jumini, ada kisah Iin Zunaidah, kader posyandu binaan Astra Agro di Kalimantan Tengah yang turut menjadi salah satu kunci utama kesuksesan pilar kesehatan di desa-desa sekitar perusahaan. Baginya, yang telah berkecimpung di dunia kesehatan, posyandu menjadi bagian dari tanggung jawab sosial yang dijalani dengan hati. 

Setiap hari di saat bahkan matahari belum sepenuhnya naik, Iin mengendarai motor bebeknya dari rumah menuju lokasi tempat berkumpulnya para kader. Di sana ia menemukan rumah keduanya.

“Warga dan anak-anak yang datang ke posyandu sudah seperti keluarga bagi kami para kader. Kami saling mengenal, memahami kebutuhan mereka, dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan. Itu yang membuat pekerjaan ini terasa sangat berarti,” tutur Iin haru.

Kader Posyandu binaan Astra Agro menjadi ujung tombak dalam penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas. Sebanyak 2.098 kader terlibat aktif dalam mendukung operasional Posyandu di desa sekitar wilayah operasional perusahaan, sepanjang 2025. 

Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga penguatan sistem layanan melalui penerapan Sistem Lima Meja, penyediaan makanan tambahan bagi bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, serta pelatihan dan insentif rutin bagi kader. 

Komitmen lainnya juga diperluas Astra Agro melalui penyediaan layanan kesehatan yang lebih inklusif. Astra Agro mengoperasikan 32 Poliklinik Kebun (Polibun) yang didukung oleh 52 unit ambulans, memastikan akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan merata di wilayah operasional. Selain itu, juga mengadakan berbagai kegiatan di bidang kesehatan lainnya seperti pengobatan gratis, sunatan massal, hingga donor darah turut dihadirkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Jumini, Iin, dan Agustina merupakan salah satu dari ribuan kader dan penerima manfaat dari pilar kesehatan di seluruh operasional Astra Agro. Dengan semangat berkelanjutan dan misi sejahtera bersama masyarakat, Astra Agro percaya dapat memberikan lebih banyak dampak nyata, dengan selalu memperkuat akses dan kualitas layanan bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Prosper with the Nation.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/turut-semarakkan-pekan-imunisasi-dan-hari-posyandu-nasional-ini-cerita-kader-dan-penerima-manfaat-kesehatan-astra-agro/feed/ 0 22621
Kolaborasi Fire Prevention Astra Agro Diganjar Penghargaan Pemkab Paser, Kalimantan Timur https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/28/kolaborasi-fire-prevention-astra-agro-diganjar-penghargaan-pemkab-paser-kalimantan-timur/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/28/kolaborasi-fire-prevention-astra-agro-diganjar-penghargaan-pemkab-paser-kalimantan-timur/#respond Tue, 28 Apr 2026 08:35:30 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22604 Di tengah proyeksi fenomena El Niño yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang pada 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi cuaca yang semakin kering meningkatkan potensi munculnya titik api, sehingga langkah pencegahan yang terintegrasi menjadi semakin krusial.

Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah hingga pemerintah desa, sektor industri, dan masyarakat menjadi fondasi kuat dalam menghadapi risiko cuaca panas ekstrem yang diprediksi akan terjadi.

Atas kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Paser memberikan penghargaan kepada PT Borneo Indah Marjaya (BIM), anak usaha Astra Agro di Kalimantan Timur, atas kontribusinya dalam pencegahan karhutla. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, dalam forum resmi daerah sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif perusahaan dalam membangun sistem pencegahan yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Koordinasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Satuan Perlindungan Masyarakat Tahun 2026, yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026).

“Upaya pengendalian ini perlu menjadi contoh bagi sektor lainnya. Keberhasilan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan melalui kerja sama lintas sektor. Selamat dan terima kasih atas kontribusinya,” ujar Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli.

Di lapangan, komitmen PT BIM tidak berhenti pada formalitas. Perusahaan membangun pendekatan pencegahan berbasis komunitas melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kelompok ini menjadi garda terdepan dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, sekaligus memperkuat respons cepat ketika titik api muncul.

Langkah ini diperkuat dengan kesiapan sumber daya manusia serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Pelatihan rutin, patroli terpadu, dan strategi mitigasi berbasis risiko terus dijalankan, khususnya saat memasuki musim kemarau. Selain itu, perusahaan juga melakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran, pengelolaan tata air, serta sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar kepada masyarakat sekitar.

Upaya yang dilakukan PT BIM merupakan bagian dari komitmen Astra Agro secara menyeluruh dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Astra Agro menerapkan pencegahan kebakaran terpadu sebagai bagian dari konservasi biodiversitas, melalui penguatan sistem manajemen kebakaran, pemantauan hotspot berbasis teknologi, serta pelibatan aktif masyarakat melalui MPA.

Hingga tahun 2025, Astra Agro mencatat tidak ditemukan firespot di seluruh area operasional maupun rantai pasoknya. Capaian ini didukung oleh penguatan 88 kelompok MPA—termasuk 17 kelompok mandiri—serta pembentukan 22 kelompok baru dan dorongan kemandirian bagi kelompok lainnya. Secara keseluruhan, Astra Agro telah membina 124 kelompok MPA, dengan 27 di antaranya telah mandiri.

Komitmen tersebut juga ditegaskan melalui penerapan prinsip zero fire dan Zero Burn Policy yang melarang penggunaan api dalam seluruh aktivitas operasional, termasuk replanting. Implementasi ini diperkuat dengan Sistem Pencegahan Kebakaran Lahan yang mengacu pada regulasi dan praktik terbaik.

Selain itu, perusahaan memastikan kesiapsiagaan melalui penyediaan sarana dan infrastruktur pemadaman, pembentukan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD), serta pengembangan mekanisme respons cepat (Fire Quick Response). Patroli bersama MPA juga dilakukan secara rutin, termasuk di wilayah masyarakat di luar konsesi.

Bagi Astra Agro mencegah kebakaran bukan sekadar reaksi, tapi bermula dari kesadaran dan komitmen. Di Astra Agro, kami percaya bahwa menjaga bumi tak bisa dilakukan sendiri. Itulah mengapa kami membangun sistem pencegahan kebakaran yang menyentuh setiap lini. 

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/28/kolaborasi-fire-prevention-astra-agro-diganjar-penghargaan-pemkab-paser-kalimantan-timur/feed/ 0 22604
Menjaga Tradisi, Menapaki Perubahan: Perjalanan Astra Agro bersama Suku Anak Dalam (SAD) https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/27/menjaga-tradisi-menapaki-perubahan-perjalanan-astra-agro-bersama-suku-anak-dalam-sad/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/27/menjaga-tradisi-menapaki-perubahan-perjalanan-astra-agro-bersama-suku-anak-dalam-sad/#respond Mon, 27 Apr 2026 07:54:14 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22597 Komunitas Suku Anak Dalam merupakan masyarakat adat yang hidup di wilayah pedalaman Jambi dengan pola kehidupan yang masih kuat dipengaruhi tradisi dan kearifan lokal. Di tengah berbagai keterbatasan akses terhadap layanan dasar, komunitas ini terus beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan identitas budayanya.

Namun, perubahan dalam kehidupan komunitas adat Suku Anak Dalam (SAD) tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan pendekatan yang tepat dan berkelanjutan. Astra Agro melalui anak usahanya, sebagai salah satu industri perkebunan yang hidup berdampingan dengan komunitas masyarakat adat di Jambi berkomitmen kuat untuk tumbuh bersama masyarakat adat melalui penghormatan tradisi, pelestarian budaya, dan pembangunan kesejahteraan.

Komitmen tersebut kemudian Astra Agro jalankan melalui berbagai program dukungan yang dirancang untuk menjawab sejumlah kebutuhan dasar sekaligus mendorong kemandirian komunitas secara bertahap.

Langkah yang dilakukan salah satunya dengan berkolaborasi dari studi mendalam yang dilakukan oleh Daemeter Consulting pada tahun 2017, Astra Agro mengimplementasikan berbagai inisiatif yang mencakup aspek di aspek pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, perumahan, hingga pemberdayaan ekonomi. Program berfokus pada bantuan untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam jangka panjang.

Upaya lainnya yang dilakukan adalah dengan memperkuat ketahanan pangan, sejak 2018 Astra Agro secara konsisten menyediakan kebutuhan pokok seperti sembako dan beras bagi 331 kepala keluarga. Di saat yang sama, program Suluh Rimbo dikembangkan sebagai pusat pembelajaran pertanian yang dimulai dari skala kecil dan terus bertumbuh hingga pada tahun 2024 resmi menjadi lembaga bernama Rimba Tani. Inisiatif ini menjadi fondasi penting dalam memperkenalkan praktik bertani kepada komunitas yang sebelumnya sangat bergantung pada hasil hutan.

Pada pilar pendidikan, Astra Agro melalui PT Sari Aditya Loka (SAL) mengelola PKBM Muara Cendekia yang menaungi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga program kesetaraan Paket A, B, dan C. Kolaborasi dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) semakin memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 421 anak pada SAD telah mendapatkan akses pendidikan, bahkan beberapa di antaranya berhasil melanjutkan ke perguruan tinggi seperti Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Universitas Jambi, dan Universitas Kesehatan Jambi. Tercatat pula satu individu yang berhasil menempuh pendidikan hingga akademi kepolisian. 

Untuk menjangkau kelompok yang masih berpindah, program Sekolah Bejelon dihadirkan dengan sistem pengantaran guru ke lokasi belajar, serta didukung Rumah Singgah Madu Rimbo sebagai tempat tinggal sementara bagi anak-anak.

Sementara itu, layanan kesehatan juga diperkuat melalui penyediaan enam posyandu khusus SAD, yaitu Astera, Raflesia, Mawar, Punti Kayu II, Nurul Islam, dan Tunas Bangsa. Fasilitas ini dilengkapi dengan layanan ambulans yang memudahkan proses rujukan ke rumah sakit, sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan medis yang lebih cepat dan memadai.

Untuk pilar ekonomi, berbagai program pemberdayaan terus dikembangkan untuk membuka peluang penghasilan serta memandirikan masyarakat. Mereka didorong mengelola peternakan ayam, budidaya ikan lele, hingga pengembangan komoditas khas seperti jernang—getah merah bernilai ekonomi tinggi—melalui kerja sama dengan Taman Nasional Bukit Dua Belas. Beberapa kelompok bahkan menunjukkan perkembangan signifikan dengan mampu mengelola usaha secara mandiri.

Upaya lain yang tidak kalah penting adalah fasilitasi akses administrasi kependudukan. Sejak 2022, program pembuatan KTP bagi SAD terus digencarkan, dan hingga akhir 2025 sebanyak 898 individu telah memiliki identitas resmi. Kepemilikan dokumen ini membuka akses terhadap berbagai program bantuan sosial seperti BST, BLT, dan PKH, serta layanan kesehatan dan pendidikan melalui KIS dan KIP.

Transformasi juga terlihat pada Kelompok Meriau, yang sejak 2019 mulai meninggalkan pola hidup nomaden dan menetap di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas. Mereka kini telah memiliki rumah permanen dan mengembangkan mata pencaharian berbasis pertanian. Pada tahun 2024, langkah ini diperkuat melalui pembentukan koperasi Berkah Rimba Bukit Duabelas, hasil kolaborasi dengan pihak taman nasional, yang bertujuan meningkatkan posisi tawar masyarakat dalam memasarkan produk hasil hutan non-kayu.

Secara keseluruhan, rangkaian program ini menunjukkan bahwa pendekatan dengan mengedepankan dialog sesuai kebutuhan, terencana serta berkelanjutan mampu mendorong perubahan nyata. Selain meningkatkan kualitas hidup, juga membuka jalan bagi masyarakat SAD untuk beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Secara keseluruhan, rangkaian program pemberdayaan telah menjangkau 1.252 individu melalui penguatan pembelajaran keluarga, menyediakan akses pendidikan bagi 412 anak, serta memperluas layanan kesehatan dan administrasi kependudukan bagi ratusan keluarga. Hingga saat ini, sebanyak 898 masyarakat telah memiliki KTP, yang membuka akses terhadap berbagai program perlindungan sosial, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 84 kepala keluarga, Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi 40 keluarga, Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 236 keluarga, Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi 331 keluarga, serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi 182 keluarga. 

Penguatan kemandirian juga diperluas melalui dukungan kepada 37 keluarga Kelompok Meriau di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui Agricultural Learning Center (ALC) di Suluh Rimbo Sikar dan Suluh Rimbo Air Panas. Inisiatif ini menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan sumber daya secara produktif dan berkelanjutan.

Capaian ini mencerminkan bahwa pendekatan yang mengedepankan dialog, kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat, serta perencanaan berkelanjutan mampu menghasilkan dampak yang terukur.

Lebih dari sekadar peningkatan kesejahteraan, keseluruhan program ini turut membuka ruang bagi masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) untuk beradaptasi secara bertahap terhadap dinamika sosial dan ekonomi. Proses tersebut berlangsung dengan tetap menjaga identitas serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun, sehingga transformasi yang terjadi tetap selaras dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/27/menjaga-tradisi-menapaki-perubahan-perjalanan-astra-agro-bersama-suku-anak-dalam-sad/feed/ 0 22597
PT BIM Terima Penghargaan atas Peran Aktif dalam Pembinaan MPA dan Penanganan Kebakaran https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/27/pt-bim-terima-penghargaan-atas-peran-aktif-dalam-pembinaan-mpa-dan-penanganan-kebakaran/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/27/pt-bim-terima-penghargaan-atas-peran-aktif-dalam-pembinaan-mpa-dan-penanganan-kebakaran/#respond Mon, 27 Apr 2026 07:19:27 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22589 TRIBUNKALTIM.CO, PASER – Pemerintah Kabupaten Paser kembali menegaskan peran sektor swasta dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memberikan apresiasi kepada Borneo Indah Marjaya (BIM).

Penghargaan ini mencerminkan kontribusi perusahaan dalam memperkuat pencegahan kebakaran yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Satuan Perlindungan Masyarakat Tahun 2026, di Gedung Pendopo Lou Bapekat, Rabu (15/4).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pencegahan kebakaran.

“Terima kasih kepada seluruh pihak baik dari jajaran Forkopimda, perusahaan, serta seluruh masyarakat atas sinergi dalam pencegahan serta kepedulian dalam penanganan bencana,” ujar Bupati Paser.


Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Paser juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang dinilai aktif dan konsisten berkontribusi di lapangan.

PT BIM menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan penghargaan atas perannya dalam membina kelompok relawan pemadam kebakaran, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA), serta keterlibatan langsung dalam penanganan kebakaran.

Manajemen PT BIM-PPS, Joko Widodo, menegaskan bahwa kekuatan utama dalam pengendalian kebakaran terletak pada kecepatan respons dan kolaborasi berbagai pihak.


“Pembinaan masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api menjadi tonggak utama pencegahan. Semakin cepat potensi kebakaran diketahui, semakin efektif penanganannya,” ujarnya.

Komitmen tersebut didukung dengan kesiapan sumber daya dan sarana prasarana di lapangan. Asisten Sustainability PT BIM-PPS, Anggy Setiawan, menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten melakukan pelatihan, patroli terpadu, serta penguatan strategi mitigasi berbasis risiko.

“Kami memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana tetap optimal, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan patroli bersama, khususnya saat musim kemarau,” jelasnya.

Upaya operasional tersebut merupakan bagian dari pendekatan yang lebih menyeluruh dalam sistem pencegahan kebakaran. Lebih dari sekadar kesiapsiagaan teknis, langkah-langkah Perseroan dalam mengantisipasi kebakaran merupakan implementasi prinsip-prinsip terbaik yang dijalankan oleh pemegang saham utamanya sebagai fondasi dalam membangun sistem pencegahan yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Pendekatan ini diwujudkan melalui sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah sebagai satu kesatuan sistem yang saling memperkuat.

Pendekatan tersebut turut diperkuat melalui kolaborasi dengan masyarakat sekitar, termasuk melalui program edukasi dan pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Melalui pendekatan ini, pencegahan dan pengendalian kebakaran dilakukan secara terpadu, partisipatif, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam menjaga ekosistem serta menekan emisi gas rumah kaca akibat kebakaran hutan dan lahan.

Sebagai bagian dari implementasi di lapangan, PT BIM telah membina MPA secara terstruktur melalui pembentukan kelembagaan, pemetaan area rawan berdasarkan kondisi lahan seperti vegetasi, jenis tanah, dan topografi, serta peningkatan kapasitas dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran.


Perseroan juga melaksanakan sosialisasi pengelolaan lahan tanpa bakar, patroli rutin saat musim kemarau, penguatan sarana prasarana, hingga pengelolaan tata air pada area rawan kebakaran.

Melalui berbagai inisiatif ini, PT BIM menegaskan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.

Sejalan dengan semangat sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia, Perseroan mengedepankan kesiapsiagaan, kolaborasi, serta pemberdayaan masyarakat, dan terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/27/pt-bim-terima-penghargaan-atas-peran-aktif-dalam-pembinaan-mpa-dan-penanganan-kebakaran/feed/ 0 22589
Astra Agro Dorong Ekonomi Perempuan Desa, Ini Kisah Nengah Wantri bersama Kelompok Perempuan Maju Jaya https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/13/astra-agro-dorong-ekonomi-perempuan-desa-ini-kisah-nengah-wantri-bersama-kelompok-perempuan-maju-jaya/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/13/astra-agro-dorong-ekonomi-perempuan-desa-ini-kisah-nengah-wantri-bersama-kelompok-perempuan-maju-jaya/#respond Mon, 13 Apr 2026 06:45:54 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22480 Di sebuah sudut desa di Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, para perempuan mulai menata harapan baru. Perubahan itu tidak datang secara tiba-tiba atau melalui langkah besar, melainkan tumbuh perlahan di balik rutinitas sehari-hari—dari keberanian memulai hal kecil hingga keyakinan untuk menciptakan masa depan yang berbeda.

Kelompok Perempuan Maju Jaya menjadi ruang tumbuh bagi harapan tersebut. Di sanalah para perempuan berkumpul, belajar, dan saling menguatkan. Mereka berasal dari latar belakang sederhana, dengan pengalaman yang terbatas dalam mengelola usaha. Namun semangat untuk berubah membuat mereka bertahan dan terus melangkah.

Di tengah kelompok ini, sosok Nengah Wantri menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Sebagai ketua kelompok, Nengah—begitu ia akrab disapa—menjadi jembatan harapan bagi para anggotanya. Ia adalah perempuan desa yang pernah merasakan keterbatasan, mulai dari akses terhadap modal, pengetahuan, hingga peluang usaha. Namun dari keterbatasan itulah ia menemukan dorongan untuk bergerak lebih jauh.

Bagi Nengah, bergabung dalam kelompok bukan sekadar aktivitas tambahan. Ini adalah jalan untuk membuktikan bahwa perempuan desa mampu mandiri. Ia terus mendorong anggotanya agar berani mencoba hal baru, meski harus dimulai dari langkah kecil.

Perjalanan mereka mulai menemukan arah ketika kolaborasi lintas pihak hadir. PT Mamuang, bagian dari Astra Agro, memberikan dukungan nyata untuk membantu pemberdayaan ekonomi di Desa tersebut, khususnya bagi kelompok Perempuan Maju Jaya. Lagi-lagi bukan secara tiba-tiba, PT Mamuang senantiasa hadir bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, mengajak berkolaborasi, memberikan berbagai manfaat nyata, serta membuka ruang dialog aktif dengan tujuan agar segala bantuan dan program yang hadir memang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. 

Kali ini berdasarkan berbagai pertimbangan dan pendekatan, PT Mamuang hadir melalui bantuan bibit ternak babi kepada Kelompok Perempuan Maju Jaya, bantuan ini menjadi titik awal tumbuhnya usaha kolektif yang dikelola bersama oleh para perempuan desa. Bantuan ini semakin kuat dengan kolaborasi bersama NGO Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah. 

Selain bantuan, para perempuan juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan. Nengah Wantri dan anggota kelompok belajar berbagai keterampilan baru, mulai dari teknik penggemukan ternak, manajemen pakan, hingga pengendalian penyakit. Pendampingan dilakukan secara langsung melalui kunjungan rutin, serta diperluas melalui workshop yang membuka wawasan mereka tentang pentingnya akses terhadap sumber daya.

Melalui proses ini, perempuan tani didorong untuk memahami hak dan peluang yang mereka miliki, termasuk dalam memanfaatkan berbagai program pemberdayaan yang sebelumnya belum sepenuhnya terjangkau.

Bagi Nengah Wantri, perubahan ini terasa sangat personal. Ia tidak hanya melihat peningkatan dari sisi ekonomi, tetapi juga perubahan cara pandang. Perempuan yang sebelumnya ragu kini mulai percaya diri—berani berdiskusi, mengambil keputusan, hingga merencanakan masa depan usaha bersama.

“Bantuan ini adalah harapan baru bagi kami untuk mengembangkan usaha produktif. Semoga program ini menjadi titik balik perubahan ekonomi masyarakat kami ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ia pun menyadari bahwa kemandirian tidak datang secara instan. Kemandirian tumbuh dari proses panjang—belajar, mencoba, dan saling mendukung. Dan hari ini, proses itu tengah berlangsung di desanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Rio Mukti, Idris Lambang. Ia sangat bersyukur berharap bantuan yang diberikan dapat dikelola dengan baik oleh kelompok sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya berpesan kepada seluruh anggota Kelompok Maju Jaya agar menjaga amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Kelola ternak dengan baik, ikuti pelatihan yang diberikan, dan jadikan program ini sebagai modal kebersamaan untuk membangun kesejahteraan desa kita,” pungkasnya.

Dari kandang-kandang sederhana yang mereka kelola, harapan kini semakin tumbuh. Setiap langkah kecil yang diambil Kelompok Perempuan Maju Jaya menjadi bukti bahwa ketika akses dibuka dan kepercayaan diberikan, perempuan desa mampu menjadi penggerak perubahan.

Di Desa Rio Mukti, pemberdayaan hidup dalam sosok-sosok seperti Nengah Wantri—yang memilih untuk tidak berhenti pada keterbatasan, melainkan menjadikannya sebagai titik awal untuk melangkah.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/13/astra-agro-dorong-ekonomi-perempuan-desa-ini-kisah-nengah-wantri-bersama-kelompok-perempuan-maju-jaya/feed/ 0 22480
El Nino dan La Nina: Ancaman Iklim Global yang Mempengaruhi Produktivitas Sawit https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/10/el-nino-dan-la-nina-ancaman-iklim-global-yang-mempengaruhi-produktivitas-sawit/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/10/el-nino-dan-la-nina-ancaman-iklim-global-yang-mempengaruhi-produktivitas-sawit/#respond Fri, 10 Apr 2026 02:54:06 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22464 Tahukah Anda bahwa perubahan produksi kelapa sawit tidak hanya dipengaruhi oleh pemupukan atau perawatan kebun, tetapi juga oleh fenomena iklim global? Dua istilah yang cukup sering terdengar, yaitu El Nino dan La Nina, memiliki peran besar dalam menentukan kondisi cuaca di Indonesia. El Nino biasanya ditandai dengan berkurangnya curah hujan yang memicu kemarau lebih panjang, sementara La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan dan musim basah yang berlangsung lebih lama. Perubahan pola hujan ini berdampak langsung pada ketersediaan air, yang menjadi faktor penting bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit.

Dalam Workshop “Ngobrol Bareng GAPKI”, Dr. Nuzul Hijri Darlan menjelaskan bahwa bagi industri kelapa sawit, El Nino menjadi salah satu tantangan utama karena menyebabkan cekaman kekeringan pada tanaman. Kekurangan air dapat mengganggu proses fisiologis, terutama pembentukan bunga betina yang menentukan produksi tandan buah segar. Dampaknya tidak hanya dirasakan saat kejadian berlangsung, tetapi juga dapat memengaruhi produksi hingga satu sampai dua tahun berikutnya. Penurunan produksi akibat cekaman kekeringan pun bervariasi, tergantung kondisi tanaman, umur tanaman, serta praktik pengelolaan kebun yang diterapkan.

Akademisi dari Institut Pertanian Bogor ini juga memaparkan kemarau panjang yang menyertai fenomena El Nino berpotensi membawa sejumlah ancaman bagi operasional perkebunan. Defisit air yang berlangsung lama membuat tanaman mengalami stres, menurunkan jumlah tandan dan berat buah, serta meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit. Tanaman yang mengalami kekeringan cenderung lebih rentan terhadap gangguan organisme pengganggu tanaman. Selain itu, kemarau panjang juga meningkatkan potensi kebakaran lahan, mengurangi ketersediaan air untuk kegiatan operasional, serta berdampak pada penurunan pasokan bahan baku ke pabrik kelapa sawit. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja produksi secara keseluruhan.

Menghadapi potensi kemarau pada tahun 2026, langkah antisipatif menjadi hal penting bagi industri kelapa sawit, termasuk Astra Agro. Perusahaan menargetkan zero fire sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan dengan memastikan tidak terjadi kebakaran di seluruh area operasional dan rantai pasok. Upaya pencegahan dilakukan melalui pemantauan area secara berkala, penerapan teknologi deteksi dini, serta peningkatan kapasitas tim melalui pelatihan bagi karyawan dan masyarakat sekitar. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak juga terus diperkuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap potensi kebakaran.

Astra Agro secara konsisten pun menerapkan Zero Burn Policy di seluruh konsesi yang melarang penggunaan api dalam kegiatan operasional, termasuk dalam proses persiapan penanaman kembali. Kebijakan ini bertujuan untuk menghilangkan potensi risiko kebakaran sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Sebagai penguatan, Perseroan juga mengimplementasikan Fire Prevention System yang mengacu pada regulasi pemerintah dengan empat prinsip utama, yaitu kepatuhan terhadap prosedur operasi standar, penyediaan fasilitas pemadam kebakaran yang memadai, pengelolaan sistem pasokan air yang efektif, serta pelibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran.

Kesiapan tersebut diperkuat melalui pelatihan Tim Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (TKTD) yang dilakukan secara rutin. Dalam pelaksanaannya, Astra Agro bekerja sama dengan berbagai pihak eksternal seperti Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Kepolisian, Manggala Agni, dan BPBD. Kolaborasi ini bertujuan memvalidasi kesiapan sarana prasarana, infrastruktur, serta personel dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran, khususnya saat menghadapi musim kemarau.

Selain penguatan kapasitas tim, Astra Agro juga melakukan pengecekan berkala terhadap sarana dan prasarana pendukung. Pemeriksaan dilakukan terhadap fasilitas pemadam kebakaran, sumber air, serta infrastruktur lainnya untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal dan siap digunakan dalam kondisi darurat.

Pemantauan potensi kebakaran juga dilakukan secara berlapis. Astra Agro memonitor hotspot di dalam dan sekitar konsesi menggunakan teknologi MODIS dan VIIRS dari BRIN, yang dipadukan dengan patroli lapangan, menara pantau, serta penggunaan drone untuk menjangkau area yang sulit diakses. Selain itu, Perseroan memantau curah hujan melalui Automatic Weather System (AWS) dan data BMKG sebagai sistem peringatan dini terhadap peningkatan risiko kebakaran.

Upaya pencegahan tidak hanya difokuskan di dalam area operasional, tetapi juga diperluas hingga wilayah sekitar. Astra Agro melakukan patroli bersama pemerintah daerah, dinas terkait, serta TNI/Polri untuk mengantisipasi potensi kebakaran dari luar konsesi yang dapat berdampak pada area perusahaan.

Sebagai bagian dari pendekatan kolaboratif, Astra Agro juga mengembangkan program pencegahan kebakaran berbasis masyarakat melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA). Hingga 2024, Perseroan telah membina 122 kelompok MPA. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, mencegah pembukaan lahan dengan api, serta memperkuat kemampuan deteksi dan pemadaman dini kebakaran di wilayah sekitar konsesi.

Melalui berbagai langkah tersebut, Astra Agro berupaya mengantisipasi dampak El Nino terhadap produktivitas perkebunan, juga memastikan komitmen keberlanjutan operasional tetap terjaga. Pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pencegahan, pemantauan, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin dinamis.

Source: Pemaparan Dr. Nuzul Hijri Darlan & Sustainability Report Astra Agro 2025

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/10/el-nino-dan-la-nina-ancaman-iklim-global-yang-mempengaruhi-produktivitas-sawit/feed/ 0 22464
Astra Agro Melalui Astra Kreatif Dorong UMKM Desa Tumbuh Lebih Mandiri dan Berdaya https://www.astra-agro.co.id/id/2026/03/31/astra-agro-melalui-astra-kreatif-dorong-umkm-desa-tumbuh-lebih-mandiri-dan-berdaya/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/03/31/astra-agro-melalui-astra-kreatif-dorong-umkm-desa-tumbuh-lebih-mandiri-dan-berdaya/#respond Tue, 31 Mar 2026 06:59:40 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22418 Di banyak desa, usaha kecil sering kali lahir dari dapur rumah, halaman belakang, atau dari ide sederhana yang dijalankan dengan penuh ketekunan. Meski dimulai dengan segala keterbatasan, usaha-usaha kecil ini menyimpan potensi besar untuk menggerakkan ekonomi keluarga bahkan desa. Ketika mendapatkan dukungan yang tepat—baik berupa pendampingan, pelatihan, maupun akses pasar—usaha kecil tersebut dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Semangat itu yang kini dirasakan oleh para pelaku UMKM di Desa Mulya Subur, Kabupaten Pelalawan. Melalui program Astra Kreatif, masyarakat mulai mendapatkan ruang untuk mengembangkan usaha yang sebelumnya dijalankan secara sederhana. Program ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga pendampingan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta memahami strategi pemasaran yang lebih luas.

Dalam proses pendampingan tersebut, para pelaku usaha diajak untuk melihat kembali potensi yang dimiliki desa mereka. Produk-produk lokal seperti makanan olahan rumahan yang sebelumnya hanya dipasarkan secara terbatas kini mulai diperkenalkan dengan tampilan yang lebih menarik dan nilai tambah yang lebih tinggi. Dari sinilah muncul optimisme baru di tengah masyarakat bahwa usaha kecil mereka juga memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh.

Perjalanan penguatan UMKM ini tidak berjalan sendiri. Program Astra Kreatif merupakan bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui anak usahanya di berbagai wilayah operasional. Di Kabupaten Pelalawan, upaya ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif PT Sari Lembah Subur (SLS) yang secara langsung mendampingi kelompok usaha masyarakat desa.

Perusahaan memberikan dukungan mulai dari penguatan kapasitas usaha, perbaikan desain kemasan produk, hingga strategi pemasaran agar produk UMKM memiliki daya saing yang lebih baik di pasar lokal. Salah satu contohnya adalah pengembangan produk keripik tempe lokal yang kini hadir dengan identitas merek dan kemasan yang lebih menarik.

Perwakilan perusahaan menyampaikan bahwa program ini lahir dari aspirasi masyarakat desa yang ingin meningkatkan kualitas usaha mereka. “Kami berharap melalui pengembangan produk dan pembaruan kemasan ini, UMKM desa dapat meningkatkan daya saingnya sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar perwakilan manajemen PT SLS.

Bagi masyarakat desa, pendampingan seperti ini memiliki arti lebih dari sekadar peningkatan usaha. Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya menjalankan usaha secara individu kini mulai belajar bekerja bersama dalam kelompok. Mereka saling berbagi pengalaman, bertukar ide, hingga bersama-sama mencari cara agar produk yang dihasilkan semakin diminati pasar.

Ketua kelompok UMKM setempat pun mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan dalam memperbaiki kemasan dan penguatan branding membuat produk mereka tampil lebih percaya diri untuk dipasarkan ke masyarakat yang lebih luas. Harapan pun muncul agar kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga usaha masyarakat desa bisa berkembang secara berkelanjutan.

Seiring waktu, perubahan mulai terasa. Produk yang sebelumnya hanya dijual di lingkungan sekitar kini mulai dikenal oleh masyarakat di luar desa. Kemasan yang lebih modern membuat produk tampak lebih profesional, sementara semangat para pelaku usaha semakin tumbuh karena melihat hasil nyata dari usaha mereka.

Kisah ini menjadi gambaran bahwa pemberdayaan ekonomi desa tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Justru dari usaha kecil yang dikelola dengan tekun, perubahan perlahan bisa tercipta. Dengan pendampingan yang tepat, potensi desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberi manfaat bagi banyak orang.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/03/31/astra-agro-melalui-astra-kreatif-dorong-umkm-desa-tumbuh-lebih-mandiri-dan-berdaya/feed/ 0 22418
Dukung Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Ini Kontribusi Astra Agro: Kelola Sampah, Jaga Masa Depan https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/22/dukung-hari-peduli-sampah-nasional-hpsn-ini-kontribusi-astra-agro-kelola-sampah-jaga-masa-depan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/22/dukung-hari-peduli-sampah-nasional-hpsn-ini-kontribusi-astra-agro-kelola-sampah-jaga-masa-depan/#respond Sun, 22 Feb 2026 04:15:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22100 Di berbagai sudut kota hingga pelosok desa, sampah masih menjadi persoalan yang akrab ditemui. Kantong plastik sekali pakai, sisa makanan rumah tangga, hingga limbah kemasan kerap menumpuk tanpa pengelolaan yang memadai.

Pada tingkat nasional, isu sampah bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, melainkan juga menyangkut kesehatan masyarakat, pencemaran lingkungan, hingga perubahan iklim. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dikutip dari Indonesiaasri.com, aktivitas rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar dengan porsi mencapai 60,44%, disusul aktivitas pasar sebesar 11,63%.

Melihat tantangan tersebut, kolaborasi menjadi kunci. Upaya pengelolaan sampah tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan keterlibatan aktif berbagai elemen, termasuk sektor industri yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat di wilayah operasionalnya. Perusahaan tidak lagi sekadar berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang turut membangun kesadaran serta menghadirkan solusi lingkungan secara berkelanjutan.

Kesadaran inilah yang mendorong PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) bersama seluruh entitas usahanya mengubah tantangan menjadi peluang. Dari wilayah operasional yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, berbagai inisiatif lahir untuk mengubah sampah yang sebelumnya dinilai sebagai persoalan menjadi sumber manfaat bagi masyarakat.

Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui implementasi Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit (Mulok PLKS) di sekolah-sekolah binaan. Astra Agro bersama entitas usahanya menghadirkan sub-program pengolahan sampah berbasis sistem 5R (reduce, reuse, recycle, replace, replant). Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan pengelolaan sampah secara langsung. Beragam karya kreatif pun lahir, mulai dari kerajinan berbahan cangkang sawit dan sampah plastik, nutrisi hidroponik dari limbah daun kelapa sawit, eco-enzim, eco-brick dari sampah kertas dan botol plastik, hingga briket sebagai bahan alternatif arang.

Diantaranya perubahan nyata terlihat di Desa Pandu Sanjaya, desa binaan PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP) dan PT Agro Menara Rachmat (AMR). Melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, bank sampah desa diperkuat dengan bantuan alat kompos dan fasilitas fermentasi. Pengolahan kompos dan pakan maggot menjadi bernilai ekonomi, membuka peluang kemandirian masyarakat.

Semangat pengelolaan sampah juga tumbuh di wilayah operasional PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS). Melalui Bank Sampah Unit (BSU), masyarakat diajak memilah dan mengelola sampah rumah tangga. Botol plastik, kertas bekas, dan limbah domestik lainnya diolah menjadi produk bernilai, seperti lilin dan kerajinan tangan. Dari sini sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber peluang ekonomi.

Kepedulian terhadap lingkungan juga dikenalkan sejak dini kepada generasi muda. Melalui sekolah binaan PT Subur Agro Makmur (SAM), siswa diajak memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam hidroponik. Kegiatan sederhana ini tidak hanya mengajarkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya serupa juga dijalankan oleh PT Sumber Kharisma Persada (SKP), PT Cipta Narada Lestari (CNL), dan PT Karyanusa Ekadaya (KED). Ketiga entitas tersebut berhasil mendampingi sekolah binaan meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025. Mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, pembinaan dilakukan melalui penanaman kebiasaan memilah sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pembangunan budaya sekolah yang peduli lingkungan. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan sekolah menjadikan edukasi lingkungan berkembang menjadi gerakan nyata yang dijalankan siswa setiap hari.

Komitmen Astra Agro dalam pengelolaan sampah juga hadir langsung di tengah masyarakat adat. Dikutip dari laporan tahunan Astra Agro pada 2024, perusahaan berkolaborasi dengan Kementerian Agama dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Palu untuk memberikan pelatihan pembuatan ecobrick kepada masyarakat Suku Bunggu di Dusun Saluraya, Sulawesi Barat. Melalui pelatihan ini, sampah plastik yang sebelumnya tidak terkelola diolah menjadi produk bermanfaat. Antusiasme warga terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap sesi, mencerminkan tumbuhnya kesadaran sekaligus harapan baru untuk menjaga lingkungan secara lebih bijak.

Semangat serupa juga tumbuh di tengah masyarakat Suku Dayak Tomun. Melalui kampanye lingkungan, Astra Agro membagikan 600 tas belanja ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai serta menyediakan 70 tempat sampah untuk mendukung kebersihan desa. Program ini menjadi bagian dari upaya perubahan perilaku masyarakat menuju kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.

Secara lebih luas, perusahaan juga terus menggalakkan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di desa-desa binaan. Sepanjang 2024, lebih dari 1.000 tas belanja ramah lingkungan telah dibagikan sebagai alternatif pengganti kantong plastik. Di saat yang sama, Astra Agro senantiasa memperkuat edukasi mengenai pengelolaan sampah, pemanfaatan pekarangan rumah, serta pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini turut didukung dengan peningkatan akses transportasi di desa-desa sekitar wilayah operasional, sehingga tidak hanya meningkatkan kepedulian lingkungan, tetapi juga mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/22/dukung-hari-peduli-sampah-nasional-hpsn-ini-kontribusi-astra-agro-kelola-sampah-jaga-masa-depan/feed/ 0 22100
Kontribusi Nyata Astra Agro: Masyarakat Berdaya, Masa Depan Terbina https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/#respond Thu, 05 Feb 2026 07:15:13 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22058 PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) bersama anak usahanya di Sulawesi senantiasa memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Seluruh program dirancang melalui pemetaan sosial serta dialog aktif dengan pemerintah desa dan masyarakat, guna memastikan manfaat yang relevan dan berkelanjutan.

Berpijak pada empat pilar tanggung jawab sosial yakni —pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, Astra Agro memiliki tekad untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan komunitas. Melalui inisiasi tersebut, perusahaan berusaha selalu meningkatkan kualitas hidup, keterampilan, dan kemandirian masyarakat, sekaligus menjaga pelestarian alam dan menciptakan nilai tambah ekonomi. 

Di bidang pendidikan, Astra Agro memberikan dukungan nyata melalui beasiswa, insentif bagi guru honorer, serta penyediaan sarana pendukung kegiatan belajar. Hingga kuartal ketiga 2025, dukungan tersebut menjangkau 13 sekolah per September 2025, sekaligus mendorong pengembangan karakter dan prestasi siswa melalui kegiatan non-akademik. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda desa yang lebih percaya diri dan berdaya saing.

Pada saat yang sama, pilar kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas. Melalui layanan Posyandu, ratusan ibu hamil, balita, dan lansia mendapatkan imunisasi, pemeriksaan rutin, hingga makanan tambahan (PMT). Tidak berhenti di sana, Astra Agro juga memberikan insentif dan dukungan kapasitas bagi kader Posyandu di sejumlah desa, sehingga layanan kesehatan berbasis komunitas dapat terus berjalan secara mandiri.

Dalam pilar ekonomi pun, Astra Agro menyesuaikan pendekatan dengan potensi dan karakteristik tiap wilayah.  Untuk upaya penguatan ekonomi lokal, Astra Agro mendampingi kelompok tani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM agar mampu meningkatkan nilai tambah usaha mereka. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan, pemanfaatan sumber daya lokal, hingga dukungan akses pasar. PT Agro Nusa Abadi (ANA) di Morowali Utara, misalnya, kelompok ketahanan pangan desa didukung dengan pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai pupuk organik, sekaligus pengembangan produk lokal yang bernilai ekonomi.

Sementara di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, PT Lestari Tani Teladan (LTT) membangun hubungan erat dengan masyarakat Desa Towiora dan Tinauka melalui pendampingan intensif dan diskusi partisipatif. Inisiatif ini mendorong lahirnya kembali peran pemuda desa melalui pembentukan karang taruna. Dukungan berupa rumah jamur dan baglog membuka peluang usaha budidaya jamur tiram yang dikelola secara mandiri oleh pemuda desa, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi lokal.

Kontribusi PT LTT juga mencakup pembangunan infrastruktur sosial. Fasilitasi pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Towiora—melalui penyediaan alat berat, paving block, hingga sertifikasi lahan—menjadi contoh bahwa pembangunan tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga kebutuhan sosial dan budaya masyarakat.

Tak berhenti di situ, PT Mamuang (MMG) di Sulawesi Barat turut mengimplementasikan program pemberdayaan berbasis kearifan lokal. Di Desa Martasari, perempuan didukung melalui penyediaan alat tenun dan pendampingan keterampilan, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menghidupkan kembali tradisi. Sementara itu, kelompok tani di Desa Karya Bersama memperoleh pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk dan daya saing pasar.

Selain itu, PT Agro Nusa Abadi (ANA) juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat di Desa Bunta, Tompira, dan Molino. Kelompok tani menerima benih jagung dan pupuk organik disertai pelatihan pertanian ramah lingkungan. Nelayan memperoleh peralatan tangkap yang lebih memadai, sedangkan kelompok perempuan didorong mengolah hasil kebun menjadi produk pangan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan keluarga.

PT ANA juga memfasilitasi penyediaan air bersih melalui sumur bor dan tangki penampung yang kini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Tak hanya itu, kegiatan penghijauan di bantaran sungai serta perbaikan sarana transportasi desa turut memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pilar lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan, hingga kuartal ketiga 2025, Astra Agro mencatat kemajuan signifikan dalam program rehabilitasi lingkungan di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Astra Agro telah melakukan penanaman dan rehabilitasi lahan di sepanjang sempadan sungai, pesisir, serta area bernilai konservasi tinggi (HCV), dengan total lebih dari 22.000 pohon ditanam di hampir 67 hektare lahan secara kumulatif.

 

Program ini bertujuan memulihkan fungsi ekologis—seperti mencegah erosi, menjaga kualitas air, dan memperkuat konektivitas habitat, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Astra Agro juga terlibat aktif dalam penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Sulawesi Barat bersama pemerintah daerah dan akademisi.

Melalui rangkaian inisiatif tersebut, Astra Agro menegaskan keyakinannya bahwa keberhasilan operasional perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra sejati, Astra Agro terus membangun fondasi pembangunan yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan di Sulawesi.

Melalui anak usaha yang tersebar di berbagai pelosok negeri, Astra Agro ingin menegaskan bahwa pembangunan dapat hadir melalui program yang sederhana, kontekstual, dan berbasis kebutuhan nyata, perusahaan berupaya menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.

Hingga kuartal ketiga 2025, program community development Astra Agro di Sulawesi terus berkembang, menjangkau masyarakat melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan dasar, penguatan ekonomi lokal, serta rehabilitasi lingkungan yang terintegrasi dengan partisipasi warga.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/feed/ 0 22058