Sustainability Aspiration Blog ID – Astra Agro Lestari https://www.astra-agro.co.id Prosper with the Nation Tue, 09 Jun 2026 10:12:52 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 174751122 Astra Agro Kembali Raih CSR Brand Equity Awards 2026 atas Dampak Nyata bagi Ribuan Masyarakat https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/25/astra-agro-kembali-raih-csr-brand-equity-awards-2026-atas-dampak-nyata-bagi-ribuan-masyarakat/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/25/astra-agro-kembali-raih-csr-brand-equity-awards-2026-atas-dampak-nyata-bagi-ribuan-masyarakat/#respond Mon, 25 May 2026 09:54:37 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22812 Di tengah tuntutan perhatian dunia terhadap praktik bisnis berkelanjutan, narasi inspiratif lahir dari korporasi yang menempatkan hati dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utamanya. Keberhasilan sebuah korporasi juga tercermin dari sejauh mana kehadirannya mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. 

Penghargaan yang baru saja diterima Astra Agro dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. Dalam penghargaan yang diselenggarakan oleh Investortrust.id tersebut, Astra Agro meraih dua apresiasi sekaligus, yakni Green Achievement in Emission Reduction dan Diamond Achievement in Emission Transparency.

Pengakuan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menunjukkan langkah nyata dalam pengurangan emisi sekaligus mengedepankan keterbukaan informasi yang terverifikasi sebagai bagian dari praktik bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Bagi Astra Agro, penghargaan tersebut bukan hanya tentang capaian perusahaan, tetapi juga refleksi dari komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Sepanjang tahun 2025, Astra Agro memperkuat kepeduliannya terhadap masyarakat melalui empat pilar utama Corporate Social Responsibility (CSR), yakni ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Melalui implementasi program CSR tersebut, perusahaan berhasil menjangkau 256 desa di 51 kecamatan, 20 kabupaten, dan delapan provinsi dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.

Dampak program pengembangan masyarakat pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2025, jumlah penerima manfaat mencapai 142.625 orang, meningkat dibandingkan tahun 2024 sejumlah 135.997 orang dan tahun 2023 sejumlah 131.521 orang. Capaian ini menjadi bagian dari langkah besar Astra Agro menuju target kumulatif 200.000 penerima manfaat pada tahun 2030.

Di bidang ekonomi, Astra Agro menghadirkan program Astra Kreatif yang membina 230 kelompok usaha produktif dengan total penerima manfaat mencapai 2.081 jiwa. Program ini menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.

Pada pilar kesehatan, melalui program Astra Sehat, perusahaan menghadirkan 335 posyandu yang aktif memberikan layanan kepada ribuan kader kesehatan, balita, ibu hamil, hingga lansia. Kehadiran program ini tidak hanya memperkuat akses layanan kesehatan dasar, tetapi juga membangun kesadaran hidup sehat di lingkungan masyarakat sekitar perusahaan.

Sementara itu, melalui pilar pendidikan atau Astra Cerdas, perusahaan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dengan memberikan insentif, pelatihan, hingga beasiswa bagi ratusan sekolah, guru, dan siswa. Dukungan tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui Astra Hijau. Sepanjang 2025, Astra Agro memperkuat pembinaan kader lingkungan, kampanye pengurangan sampah plastik, serta melakukan penanaman sebanyak 25.121 pohon di berbagai wilayah operasional perusahaan. Seluruh program tersebut dipantau secara berkala guna memastikan efektivitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan dampak yang dihasilkan.

Komitmen sosial Astra Agro juga tercermin dalam program pengembangan komunitas adat Suku Anak Dalam (Orang Rimba). Bersama Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD), perusahaan secara konsisten menjalankan program terpadu yang mencakup pembangunan bagi 331 keluarga atau 1.252 jiwa, akses pendidikan untuk 412 anak, layanan kesehatan termasuk keluarga berencana dan pengobatan, hingga dukungan administrasi kependudukan berupa penerbitan 898 KTP serta fasilitasi berbagai bantuan sosial pemerintah.

Tidak hanya itu, perusahaan turut mendukung 37 keluarga di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas melalui pembangunan rumah tradisional dan penguatan budidaya tanaman. Astra Agro juga mengembangkan Agricultural Learning Center (ALC) di Suluh Rimbo Sikar dan Suluh Rimbo Air Panas sebagai sarana peningkatan kapasitas pertanian komunitas.

Seluruh langkah keberlanjutan tersebut berakar pada filosofi Catur Dharma Astra yang menegaskan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan. Nilai tersebut diterjemahkan Astra Agro melalui Triple-P Roadmap yang mencakup Portfolio, People, dan Public Contribution dengan Governance sebagai fondasi utama tata kelola perusahaan yang berintegritas.

Melalui pilar Portfolio, Astra Agro mendorong transformasi menuju praktik agrobisnis yang efisien, rendah karbon, dan berbasis inovasi teknologi. Pilar People memastikan kesejahteraan, keselamatan, serta pengembangan kompetensi seluruh karyawan sebagai kekuatan kolektif perusahaan. Sedangkan Public Contribution diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, konservasi keanekaragaman hayati, dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan shared value bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Penghargaan ini sekaligus mempertegas bahwa keberlanjutan bagi Astra Agro diwujudkan melalui inovasi bisnis dan pengurangan emisi, juga lewat upaya menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dari waktu ke waktu.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/25/astra-agro-kembali-raih-csr-brand-equity-awards-2026-atas-dampak-nyata-bagi-ribuan-masyarakat/feed/ 0 22812
DSA dan KBA, Jejak Nyata Astra dalam Pemberdayaan Masyarakat https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/18/dsa-dan-kba-jejak-nyata-astra-dalam-pemberdayaan-masyarakat/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/18/dsa-dan-kba-jejak-nyata-astra-dalam-pemberdayaan-masyarakat/#respond Mon, 18 May 2026 06:35:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22880 Di banyak sudut Indonesia, kemajuan sering kali diukur dari gemerlap kota-kota besar. Padahal, di balik hamparan sawah, pesisir, hingga perkampungan yang jauh dari pusat keramaian, tersimpan kekuatan besar yang menjadi fondasi masa depan bangsa: masyarakat desa.

Berangkat dari keyakinan bahwa setiap desa memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang, lahirlah Desa Sejahtera Astra (DSA) dan Kampung Berseri Astra (KBA). Lebih dari sekedar program pendampingan, keduanya menjadi ruang kolaborasi yang membuka jalan bagi masyarakat untuk mengenali kekuatan yang mereka miliki, mengembangkannya, dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Di sejumlah desa, perubahan itu hadir melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Produk-produk khas yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini mampu menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga mancanegara. Dari kerajinan tangan hingga hasil pertanian dan rempah-rempah, masyarakat desa diberi kesempatan untuk menunjukkan bahwa karya lokal memiliki nilai yang mampu bersaing di tingkat global.

Sementara itu, di berbagai kampung binaan, perubahan tumbuh melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama. Warga belajar mengelola sampah, memanfaatkan ruang hijau, menjaga kebersihan lingkungan, hingga membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat. Perlahan namun pasti, kampung-kampung tersebut bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih bersih, nyaman, produktif, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.

Yang paling penting, keberhasilan DSA dan KBA tidak hanya terlihat dari angka atau capaian program. Dampak nyatanya hadir dalam bentuk kesempatan kerja baru, meningkatnya keterampilan masyarakat, tumbuhnya rasa percaya diri warga, serta semakin kuatnya semangat gotong royong dalam membangun lingkungan mereka sendiri. Hingga kini, lebih dari 1.500 desa dan kampung telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Pada akhirnya, pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar. Sering kali, perubahan lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama, dari masyarakat yang percaya pada potensi daerahnya, dan dari kolaborasi yang tumbuh dengan semangat yang sama. Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra menjadi bukti bahwa ketika masyarakat diberi ruang untuk berkembang, desa bukan hanya menjadi tempat tinggal, melainkan pusat lahirnya harapan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Apa itu Desa Sejahtera Astra (DSA)?

DSA merupakan program pemberdayaan masyarakat desa yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan berbasis potensi dan produk unggulan lokal. Program yang diluncurkan sejak 2018 ini mendorong desa untuk mengembangkan sektor pertanian, perikanan, pariwisata, kriya, dan budaya agar mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Apa itu Kampung Berseri Astra (KBA)?

KBA adalah program pengembangan komunitas yang mengintegrasikan empat pilar kontribusi keberlanjutan Astra dalam satu wilayah binaan. Fokusnya adalah menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif melalui kolaborasi bersama masyarakat setempat.

Jejak Dampak DSA dan KBA di Indonesia

Pada 2024, Astra telah membina total 1.515 desa dan kampung melalui program DSA dan KBA. Dari jumlah tersebut, 145 lokasi telah menjadi bagian dari Program Kampung Iklim (PROKLIM) yang mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Selain itu, sepanjang 2024 terdapat penambahan 84 DSA baru dan 35 KBA baru.

Sebaran Desa Sejahtera Astra di Indonesia

Program DSA telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia dengan distribusi terbesar berada di Pulau Jawa. Sebaran desa binaan DSA meliputi 751 desa di Jawa, 223 di Sumatra, 179 di Kalimantan, 168 di Bali dan Nusa Tenggara, 119 di Sulawesi, 72 di Maluku, dan 21 di Papua.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/18/dsa-dan-kba-jejak-nyata-astra-dalam-pemberdayaan-masyarakat/feed/ 0 22880
Idris Lambang: Good Agricultural Practices Astra Agro Bersama CPOPC, Dorong Kemajuan Petani Sawit https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/18/idris-lambang-good-agricultural-practices-astra-agro-bersama-cpopc-dorong-kemajuan-petani-sawit/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/18/idris-lambang-good-agricultural-practices-astra-agro-bersama-cpopc-dorong-kemajuan-petani-sawit/#respond Mon, 18 May 2026 01:46:26 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22757 Kelapa sawit tidak hanya sekadar komoditas bagi banyak masyarakat — ia telah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang perlahan mengubah kesejahteraan keluarga. Dari kebun-kebun yang dulu dikelola secara sederhana, kini kelapa sawit hadir sebagai sumber penghidupan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan.

Di Kabupaten Pasangkayu, tanaman ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Setiap hari, para petani memanen tandan buah segar (TBS) dengan harapan sederhana: hasil yang cukup untuk menghidupi keluarga. Harapan itu kini semakin nyata.

“Rata-rata pendapatan petani di kelompok koperasi kami, satu orang bisa mencapai Rp 35 juta setiap bulan,” ujar Idris Lambang, Ketua Kelompok Tani Bina Bersama Lestari.

Bagi pria berusia 53 tahun tersebut, menjadi petani sawit adalah tentang perubahan hidup. Ia merasakan sendiri bagaimana penghasilan dari kebun mampu memberikan kepastian ekonomi bagi keluarganya—sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Sebelum menjadi ketua kelompok tani sawit, Idris bercerita sempat menjadi petani kakao, namun tidak bertahan lama karena tanaman kakao yang lebih rentan terhadap hama dan penyakit, biaya perawatan tinggi, serta harga jual yang tidak stabil. 

“Banyaknya kesulitan saat menjadi petani coklat, hingga akhirnya saya memutuskan beralih ke petani sawit. Sawit menawarkan pasar yang jelas dan keuntungan jangka panjang yang lebih pasti,” ungkapnya.

Bersama anggota kelompoknya, Idris kini dapat memanen dan menjual hasil kebun hampir setiap hari. Dalam sebulan, produksi mereka bisa mencapai 1.000 hingga 1.100 ton TBS. Hasil panen tersebut kemudian dijual ke PT Letawa anak usaha Astra Agro, perusahaan perkebunan yang telah menjadi mitra mereka selama hampir dua dekade atau 19 tahun lamanya.

Kemitraan ini membawa perubahan besar. Dulu, petani sering menghadapi kesulitan menjual hasil panen. Kualitas buah yang belum optimal serta keterbatasan pengetahuan tentang budidaya menjadi tantangan utama. Kini, melalui koperasi dan pendampingan perusahaan, akses pasar menjadi lebih terbuka dan terarah.

“Banyak sekali manfaat yang kami rasakan. Kami rutin mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas panen,” kata Idris.

Pendampingan itu tidak hanya sebatas teori. Para petani mendapatkan bimbingan langsung di lapangan—mulai dari cara pemupukan yang tepat, teknik panen yang efisien, hingga pengelolaan kebun yang berkelanjutan. Bahkan, pelatihan juga dilakukan secara daring untuk memastikan pengetahuan terus berkembang.

Langkah ini semakin diperkuat melalui kegiatan kolaborasi yang baru-baru ini digelar antara Astra Agro dan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). Kegiatan yang menghadirkan pelatihan bagi petani sawit mandiri Pasangkayu, Sulawesi Barat. Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, juga membangun pemahaman petani tentang Good Agricultural Practices (GAP) yakni pentingnya efisiensi dan praktik keberlanjutan dalam pengelolaan kebun.

Dalam pelatihan yang diselenggarakan di Palu pada 28–29 April 2026 tersebut, para petani didorong untuk menerapkan praktik budidaya yang lebih baik, produktif, dan ramah lingkungan. 

Idris menjadi salah satu yang merasakan langsung dampak dari program tersebut. Ia mengaku kini semakin update memahami bagaimana merawat tanaman sawit sejak awal penanaman hingga perawatan rutin, sehingga hasil panen dapat lebih maksimal.

“Pelatihan seperti ini yang menjadi salah satu pendukung kami untuk menjadi petani sawit yang semakin berkualitas,” katanya.

Sementara itu, melalui keterangan tertulis Direktur Sustainability and Smallholder CPOPC Antonius Yudi, menegaskan bahwa petani memilili peran strategis dalam rantai pasok global, sehingga penguatan kapasitas petani kecil merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan industri sawit ke depan. 

“Harapannya kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap pentingnya efisiensi dan keberlanjutan dalam pengelolaan kebun,” ujarnya. 

Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Pasangkayu, Abidin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Menurut Abidin, pengembangan kapasitas petani melalui penerapan praktik budidaya yang baik menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing petani lokal. 

Kabupaten Pasangkayu mencatatkan capaian membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Barat dalam ajang Musrenbang RKPD 2027 yang digelar pada April 2026. Pencapaian ini mencerminkan laju pembangunan daerah yang konsisten dan menunjukkan kinerja ekonomi yang semakin kuat.

Di balik capaian tersebut, sektor perkebunan menjadi tulang punggung utama, khususnya komoditas kelapa sawit beserta produk turunannya. Aktivitas produksi crude palm oil (CPO) dan rantai nilainya telah berperan besar dalam menggerakkan roda ekonomi daerah, sekaligus menjadikan Pasangkayu sebagai salah satu kontributor penting bagi pertumbuhan sektor pertanian di Sulawesi Barat.

Dengan berbagai program dan inisiatif yang dijalankan Astra Agro Grup dalam mendukung kapasitas dan kualitas petani sawit, upaya ini menjadi langkah penting untuk mendorong produktivitas sekaligus memperkuat daya saing perkebunan di Sulawesi Barat ke depan.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/18/idris-lambang-good-agricultural-practices-astra-agro-bersama-cpopc-dorong-kemajuan-petani-sawit/feed/ 0 22757
Refleksi Hardiknas: Kurnia dan Desi, Potret Nyata Pendidikan Komunitas SAD https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/02/refleksi-hardiknas-kurnia-dan-desi-potret-nyata-pendidikan-komunitas-sad/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/02/refleksi-hardiknas-kurnia-dan-desi-potret-nyata-pendidikan-komunitas-sad/#respond Sat, 02 May 2026 00:39:17 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22650 Desi dan Kurnia dua nama yang mempesona. Betapa tidak, mereka adalah gadis-gadis asal komunitas Suku Anak Dalam (SAD) yang merantau dari kampung halamannya untuk berdedikasi dalam menempuh pendidikan tinggi.

Sudah hampir tiga tahun Desi masuk kuliah. Bertahun-tahun lebih pula ia mulai disibukkan dengan urusan perkuliahan. Desi tercatat di akademik sebagai mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (PPKN) di Universitas Jambi. Universitas ini berada di Muaro Bulian, Kabupaten Muaro Jambi, sekitar 15 kilometer dari jantung kota Jambi. Katanya ia memilih jurusan ini karena kelak ingin maju bersama komunitasnya dengan mendidik anak-anak SAD belajar baca tulis.

“Saya bangga lahir sebagai anak Rimba, tapi hidup kami susah, karena belum semua dari kami sadar akan belajar, di usia saya banyak yang lebih memilih menikah daripada sekolah,” ungkap Desi.

Desi adalah anak sulung dari Munawir dan Indra Wati. Ia berpetualang ke Jambi demi melanjutkan pendidikan. Bagi Desi menjadi anak pertama dengan tiga orang adik yang masih kecil, merupakan salah satu motivasinya untuk sekolah tinggi, supaya bisa mengangkat derajat orang tua dan membantu menghidupi adik-adiknya.

Memang sudah banyak anak dari komunitas SAD dari desa asal tinggal Desi memutuskan untuk mengenyam pendidikan, namun dapat dihitung jari yang konsisten mampu dan mau melanjutkan hingga jenjang perguruan tinggi sepertinya.

“Saya tidak masalah tinggal jauh dari keluarga karena ingin membanggakan orang tua. Saya ingin terus lanjut sekolah supaya bisa meraih cita-cita, dan jadi contoh buat adik-adik,” kata Desi.

Desi menyebutkan bahwa ia ingin menjadi lebih baik dari orangtuanya, sebab dulu Bapak dan Ibu Desi hanya bersekolah sampai jenjang sekolah dasar.

SAD atau Orang Rimba adalah salah satu indigeneous people yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Pada umumnya mereka hidup secara nomaden dan mencari penghidupan dengan berburu dan mengumpulkan buah-buahan dari hutan. Namun sudah banyak di antara mereka yang saat ini memutuskan meninggalkan hutan dan menetap di suatu tempat serta berbaur dan hidup dengan warga sekitar.

Kisah Kurnia tak kalah mengagumkan. Ia adalah gadis yang usianya baru 20 tahun, kini langkahnya pasti dan penuh percaya diri. Pasalnya cita-citanya menjadi seorang tenaga kesehatan sejak di bangku sekolah dasar tak lama lagi akan terwujud. Tak ada yang menyangka salah satunya lagi anak rimba akhirnya dapat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi negeri, di kota Jambi.

Kurnia dan keluarga besarnya komunitas SAD, merupakan warga asal Desa Bukit Suban, sebuah Desa di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Hidup jauh dari kemajuan pendidikan di wilayah perkotaan, tidak membuat anak kedua dari empat bersaudara itu tumbuh menjadi pribadi yang putus asa.

Kepercayaan dirinya ia tanamkan sejak Kurnia mulai beradaptasi dan aktif dalam pergaulan. Meski berasal dari sebuah desa yang cukup jauh dari Kota Jambi, saat memasuki dunia perkuliahan di kota, ia dapat beradaptasi dengan berbagai macam orang dari berbagai latar belakang.

Namun dibalik itu, rasa pesimis tak jarang Kurnia rasakan, saat masih ada beberapa dari komunitas bahkan kawan-kawan sesama SAD tak percaya dengan cita-citanya. Membuat Kurnia sedih dan berniat menenggelamkan mimpinya.

“Ketika saya bilang saya lulus di fakultas kesehatan, saya malah nangis. Bahkan ada yang datang bukan untuk mendukung tapi membuat saya ragu. Waktu itu pokoknya benar-benar tidak tahu harus bagaimana salah satunya karena biaya di Kota,” ungkap Kurnia sambil mengenang.

Singkat cerita ambisi Desi dan Kurnia bersambut. Mereka berhasil sampai di bangku kuliah dengan mendapat seabrek bantuan. “Semua biaya sekolah sampe kuliah, bahkan uang saku dan kebutuhan sehari-hari selama di rantau itu PT SAL yang bayari,” Kata Kurnia dengan logatnya yang masih khas.

“Gak cuma masalah sekolah dan kuliah, bapak ibu juga dibantu sama PT SAL, dikasih banyak bantuan biar bisa menghidupi adik-adik di rumah,” ujar Desi menimpali pernyataan Kurnia.

Bagi Desi dan Kurnia, PT Sari Aditya Loka (SAL) memberikan dukungan penuh baik bantuan material, non-material, termasuk dukungan moral kepada mereka hingga bisa lolos di perguruan tinggi bergengsi di Jambi.

PT SAL merupakan salah satu entitas usaha Astra Agro yang berlokasi di Jambi. Bagi perusahaan Harmoni dengan masyarakat sekitar menjadi fondasi dalam setiap langkah operasional perusahaan. Sehingga membantu Kurnia, Desi serta komunitas SAD lainnya tidak lagi menjadi kewajiban namun menjadi nilai dan budaya perusahaan.

Desi dan Kurnia, dua mahasiswa yang berdedikasi dalam menempuh pendidikan tinggi, mereka telah berhasil menyelesaikan semester enam mereka pada tahun ini. Saat ini, mereka tengah fokus menghadapi ujian praktik dan penilaian semester sebagai persiapan menuju term akademik berikutnya.

Bahkan Desi berhasil meraih IPK yang mengesankan sebesar 3,81 pada semester ketiganya. Ia kini terus mengasah kemampuannya untuk menyajikan materi kurikulum PPKN melalui media yang inovatif, seperti video pembelajaran.

Sementara itu, Kurnia, yang menempuh pendidikan di Politeknik Kesehatan Jambi, telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk syarat kelulusan. Kesempatan ini akan membantunya mengaplikasikan pengetahuan akademik yang telah diperoleh ke dalam situasi nyata di tengah masyarakat.

Melalui komitmen untuk hidup berdampingan secara berkelanjutan, selain menjalankan aktivitas bisnis, perusahaan senantiasa berupaya memberdayakan komunitas lokal, termasuk masyarakat adat. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat pada upaya pendampingan dan pemberdayaan SAD, yang dilakukan melalui berbagai program sosial, diantaranya di bidang pendidikan.

Pada Komunitas SAD, Komitmen Astra Agro dalam bidang pendidikan diantaranya melalui dukungan terhadap Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), perusahaan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak SAD yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam memperoleh layanan pendidikan formal.

Sepanjang 2025, sebanyak 412 anak SAD mengikuti kegiatan belajar di 13 PKBM dengan dukungan 19 tenaga pengajar. Selain itu, perusahaan juga menyalurkan beasiswa kepada 412 anak yang berasal dari tujuh rombongan dan 14 sub-rombong, mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD,SD,SMP, hingga SMA/K dan perguruan tinggi.

Secara lebih luas, kontribusi Astra Agro dalam pendidikan terangkum dalam pilar Astra Cerdas yang menjangkau ratusan sekolah binaan di berbagai wilayah operasional. Sepanjang tahun yang sama, Astra Agro menjangkau 194 sekolah binaan yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Upaya ini melibatkan 2.811 guru dan memberikan manfaat langsung kepada 37.716 siswa.

Melalui berbagai inisiatif seperti festival pendidikan, dukungan kegiatan dan lomba akademik, hingga penyediaan Beasiswa Pendidikan Astra, perusahaan berupaya menciptakan ekosistem belajar yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Program beasiswa menjadi salah satu langkah konkret yang memberikan dampak luas. Selama tahun 2025, sebanyak 1.981 siswa dari sekolah binaan menerima dukungan Beasiswa Pendidikan.

Di sisi lain, Astra Agro juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas tenaga pendidik. Perusahaan memberikan tambahan insentif rutin setiap bulan kepada 581 guru honorer sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Selain itu, pelatihan peningkatan kompetensi juga diberikan kepada 226 guru guna memperkuat kapasitas pengajaran dan adaptasi terhadap metode pembelajaran yang lebih inovatif.

Sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, langkah-langkah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Astra Agro hadir sebagai mitra strategis dalam pembangunan pendidikan bagi masyarakat sekitar perusahaan. Inisiatif yang dijalankan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mencetak generasi yang lebih unggul, dan memiliki kesempatan pendidikan yang sama. Tumbuhnya Desi dan Kurnia menjadi bagian dari perjalanan Astra Agro dalam menumbuhkan harapan, membuka peluang, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.(*)

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/05/02/refleksi-hardiknas-kurnia-dan-desi-potret-nyata-pendidikan-komunitas-sad/feed/ 0 22650
Turut Semarakkan Pekan Imunisasi dan Hari Posyandu Nasional, Ini Cerita Kader dan Penerima Manfaat Kesehatan Astra Agro https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/turut-semarakkan-pekan-imunisasi-dan-hari-posyandu-nasional-ini-cerita-kader-dan-penerima-manfaat-kesehatan-astra-agro/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/turut-semarakkan-pekan-imunisasi-dan-hari-posyandu-nasional-ini-cerita-kader-dan-penerima-manfaat-kesehatan-astra-agro/#respond Wed, 29 Apr 2026 03:19:02 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22621 Jumini atau yang akrab disapa dengan Jum, warga desa Kampung Baru, Kabupaten Aceh Singkil, sudah mengabdikan dirinya selama 25 tahun sebagai kader posyandu. Menjadi kader tanpa pamrih demi kesehatan bayi dan balita di desanya.

Di usianya yang hampir menginjak 50 tahun, Jum tak kenal lelah mengabdi sebagai kader posyandu di desanya. Jum yang juga seorang ibu dari tiga orang anak, awalnya ikut menjadi kader posyandu berbekal pelatihan yang diadakan oleh Astra Agro group yakni PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) yang berlokasi di Aceh Singkil.

Untuk menjadi kader posyandu, saat itu Jum harus menempuh pelatihan yang lumayan jauh ke ibu kota kecamatan. Dia terus menekuni ilmu yang diberikan saat pelatihan sebagai kader posyandu, sampai akhirnya ia mampu bertahan puluhan tahun menekuni profesinya.

Jum mengakui, tak mudah memang mengajak kaum ibu yang memiliki bayi dan balita untuk terus mengontrol anaknya di posyandu. Butuh kesabaran ekstra untuk meyakinkan kaum ibu di desanya betapa pentingnya untuk memantau tumbuh kembang anak.

“Dulukan memang susah ya mengajak ibu-ibunya untuk rajin membawa anaknya ke posyandu. Apa lagi zaman dulu puluhan tahun lalu informasi dan teknologi belum secanggih sekarang,” katanya dalam perbincangan dengan assistent CSR PT PLB beberapa waktu lalu.

Seiring berjalannya waktu, halaman Posyandu semakin lama semakin ramai, kerap diwarnai oleh datangnya ibu dan anak yang semakin sadar akan pentingnya posyandu. Satu per satu para ibu datang, sebagian menggendong bayi, sebagian lagi menuntun balita yang masih mengantuk. Sementara di sudut ruangan, terdengar tawa kecil anak-anak yang bermain sambil menunggu giliran, lalu para kader menyambut dengan ramah, mempersilakan mereka duduk, sementara yang lain bersiap di meja pendaftaran. 

“Kalau tidak ada berbagai pelatihan dan bantuan yang selalu diberikan kepada para kader dari Astra Agro Grup, mungkin saya sudah lama pindah profesi, apalagi saya juga punya usaha dagang kecil-kecilan di rumah, tapi karena satu dan lain hal saya sangat mencintai pekerjaan mulia saya sebagai kader binaan PT PLB,” ungkap Jumini.

Di meja lainnya, para bayi dan balita melakukan proses pemantauan tumbuh kembang, pembagian pemantauan dilakukan oleh para kader, penimbangan berat badan, sementara kader lain mengukur tinggi badan, serta pengecekan kurva pertumbuhan lainnya. Para ibu memperhatikan dengan seksama lalu dijelaskan dengan sabar arti angka-angka tersebut. Percakapan sederhana pun terjadi tentang status gizi, pola dan tingkat laku anak, hingga kekhawatiran yang sering muncul dalam pengasuhan.

Kekhawatiran itu salah satunya dirasakan oleh Agustina Damayanti seorang ibu muda yang saat itu sedang membawa anaknya berusia 21 bulan untuk melakukan imunisasi posyandu di Desa Kebun Agung, Kotawaringin Barat, salah satu desa binaan PT Gunung Sejahtera Puti Pesona (GSPP). 

PT GSPP yang juga merupakan bagian dari Astra Agro Grup yang berada di Kalimantan Tengah, perusahaan menjalankan komitmen dalam tanggung jawab sosial, salah satunya diwujudkan melalui pilar kesehatan. Pilar ini diantaranya berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar perkebunan melalui program berkelanjutan, utamanya pencegahan stunting, pendampingan kesehatan ibu anak, serta penguatan posyandu. 

“Sebagai ibu yang masih bisa dibilang baru, pengetahuan saya terkait posyandu masih minim, seringkali cemas atau panik, namun berkat adanya program rutin posyandu dari Astra Agro Grup kami jadi lebih cermat dengan tumbuh kembang anak-anak kami,” ungkap Agustina. 

Ibu dari dua orang anak ini, mengungkapkan kedua anaknya full mendapatkan dukungan fasilitas kesehatan dari GSDI. Baginya Posyandu lebih dari sekadar tempat pemeriksaan kesehatan. Di sana para ibu menemukan ruang belajar dan berbagi, para ibu merasa didampingi, pun para lansia yang juga mendapatkan fasilitas kesehatan tetap diperhatikan, serta anak-anak mendapatkan awal kehidupan yang lebih baik. “Semua berjalan sederhana, namun penuh makna,” tambahnya.

Di balik aktivitas yang tampak hanya sebagai rutinitas itu, ada upaya yang lebih besar yang senantiasa diperkuat. Astra Agro melalui pilar Astra Sehat hadir mendampingi dengan pendekatan yang berkelanjutan. Hingga tahun 2025, perusahaan telah membina 335 Posyandu di 256 desa, yang menjangkau 21.082 balita dan ibu hamil di seluruh wilayah operasional. 

Di sisi lain, ada peran para kader posyandu yang dengan tekun menjalankan tugasnya, mereka datang lebih awal, menyiapkan perlengkapan, memastikan setiap proses berjalan lancar. 

Selain Jumini, ada kisah Iin Zunaidah, kader posyandu binaan Astra Agro di Kalimantan Tengah yang turut menjadi salah satu kunci utama kesuksesan pilar kesehatan di desa-desa sekitar perusahaan. Baginya, yang telah berkecimpung di dunia kesehatan, posyandu menjadi bagian dari tanggung jawab sosial yang dijalani dengan hati. 

Setiap hari di saat bahkan matahari belum sepenuhnya naik, Iin mengendarai motor bebeknya dari rumah menuju lokasi tempat berkumpulnya para kader. Di sana ia menemukan rumah keduanya.

“Warga dan anak-anak yang datang ke posyandu sudah seperti keluarga bagi kami para kader. Kami saling mengenal, memahami kebutuhan mereka, dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan. Itu yang membuat pekerjaan ini terasa sangat berarti,” tutur Iin haru.

Kader Posyandu binaan Astra Agro menjadi ujung tombak dalam penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas. Sebanyak 2.098 kader terlibat aktif dalam mendukung operasional Posyandu di desa sekitar wilayah operasional perusahaan, sepanjang 2025. 

Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga penguatan sistem layanan melalui penerapan Sistem Lima Meja, penyediaan makanan tambahan bagi bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, serta pelatihan dan insentif rutin bagi kader. 

Komitmen lainnya juga diperluas Astra Agro melalui penyediaan layanan kesehatan yang lebih inklusif. Astra Agro mengoperasikan 32 Poliklinik Kebun (Polibun) yang didukung oleh 52 unit ambulans, memastikan akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan merata di wilayah operasional. Selain itu, juga mengadakan berbagai kegiatan di bidang kesehatan lainnya seperti pengobatan gratis, sunatan massal, hingga donor darah turut dihadirkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Jumini, Iin, dan Agustina merupakan salah satu dari ribuan kader dan penerima manfaat dari pilar kesehatan di seluruh operasional Astra Agro. Dengan semangat berkelanjutan dan misi sejahtera bersama masyarakat, Astra Agro percaya dapat memberikan lebih banyak dampak nyata, dengan selalu memperkuat akses dan kualitas layanan bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Prosper with the Nation.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/29/turut-semarakkan-pekan-imunisasi-dan-hari-posyandu-nasional-ini-cerita-kader-dan-penerima-manfaat-kesehatan-astra-agro/feed/ 0 22621
Kolaborasi Fire Prevention Astra Agro Diganjar Penghargaan Pemkab Paser, Kalimantan Timur https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/28/kolaborasi-fire-prevention-astra-agro-diganjar-penghargaan-pemkab-paser-kalimantan-timur/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/28/kolaborasi-fire-prevention-astra-agro-diganjar-penghargaan-pemkab-paser-kalimantan-timur/#respond Tue, 28 Apr 2026 08:35:30 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22604 Di tengah proyeksi fenomena El Niño yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang pada 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi cuaca yang semakin kering meningkatkan potensi munculnya titik api, sehingga langkah pencegahan yang terintegrasi menjadi semakin krusial.

Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah hingga pemerintah desa, sektor industri, dan masyarakat menjadi fondasi kuat dalam menghadapi risiko cuaca panas ekstrem yang diprediksi akan terjadi.

Atas kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Paser memberikan penghargaan kepada PT Borneo Indah Marjaya (BIM), anak usaha Astra Agro di Kalimantan Timur, atas kontribusinya dalam pencegahan karhutla. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, dalam forum resmi daerah sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif perusahaan dalam membangun sistem pencegahan yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Koordinasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Satuan Perlindungan Masyarakat Tahun 2026, yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026).

“Upaya pengendalian ini perlu menjadi contoh bagi sektor lainnya. Keberhasilan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan melalui kerja sama lintas sektor. Selamat dan terima kasih atas kontribusinya,” ujar Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli.

Di lapangan, komitmen PT BIM tidak berhenti pada formalitas. Perusahaan membangun pendekatan pencegahan berbasis komunitas melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kelompok ini menjadi garda terdepan dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, sekaligus memperkuat respons cepat ketika titik api muncul.

Langkah ini diperkuat dengan kesiapan sumber daya manusia serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Pelatihan rutin, patroli terpadu, dan strategi mitigasi berbasis risiko terus dijalankan, khususnya saat memasuki musim kemarau. Selain itu, perusahaan juga melakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran, pengelolaan tata air, serta sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar kepada masyarakat sekitar.

Upaya yang dilakukan PT BIM merupakan bagian dari komitmen Astra Agro secara menyeluruh dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Astra Agro menerapkan pencegahan kebakaran terpadu sebagai bagian dari konservasi biodiversitas, melalui penguatan sistem manajemen kebakaran, pemantauan hotspot berbasis teknologi, serta pelibatan aktif masyarakat melalui MPA.

Hingga tahun 2025, Astra Agro mencatat tidak ditemukan firespot di seluruh area operasional maupun rantai pasoknya. Capaian ini didukung oleh penguatan 88 kelompok MPA—termasuk 17 kelompok mandiri—serta pembentukan 22 kelompok baru dan dorongan kemandirian bagi kelompok lainnya. Secara keseluruhan, Astra Agro telah membina 124 kelompok MPA, dengan 27 di antaranya telah mandiri.

Komitmen tersebut juga ditegaskan melalui penerapan prinsip zero fire dan Zero Burn Policy yang melarang penggunaan api dalam seluruh aktivitas operasional, termasuk replanting. Implementasi ini diperkuat dengan Sistem Pencegahan Kebakaran Lahan yang mengacu pada regulasi dan praktik terbaik.

Selain itu, perusahaan memastikan kesiapsiagaan melalui penyediaan sarana dan infrastruktur pemadaman, pembentukan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD), serta pengembangan mekanisme respons cepat (Fire Quick Response). Patroli bersama MPA juga dilakukan secara rutin, termasuk di wilayah masyarakat di luar konsesi.

Bagi Astra Agro mencegah kebakaran bukan sekadar reaksi, tapi bermula dari kesadaran dan komitmen. Di Astra Agro, kami percaya bahwa menjaga bumi tak bisa dilakukan sendiri. Itulah mengapa kami membangun sistem pencegahan kebakaran yang menyentuh setiap lini. 

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/28/kolaborasi-fire-prevention-astra-agro-diganjar-penghargaan-pemkab-paser-kalimantan-timur/feed/ 0 22604
Menjaga Tradisi, Menapaki Perubahan: Perjalanan Astra Agro bersama Suku Anak Dalam (SAD) https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/27/menjaga-tradisi-menapaki-perubahan-perjalanan-astra-agro-bersama-suku-anak-dalam-sad/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/27/menjaga-tradisi-menapaki-perubahan-perjalanan-astra-agro-bersama-suku-anak-dalam-sad/#respond Mon, 27 Apr 2026 07:54:14 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22597 Komunitas Suku Anak Dalam merupakan masyarakat adat yang hidup di wilayah pedalaman Jambi dengan pola kehidupan yang masih kuat dipengaruhi tradisi dan kearifan lokal. Di tengah berbagai keterbatasan akses terhadap layanan dasar, komunitas ini terus beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan identitas budayanya.

Namun, perubahan dalam kehidupan komunitas adat Suku Anak Dalam (SAD) tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan pendekatan yang tepat dan berkelanjutan. Astra Agro melalui anak usahanya, sebagai salah satu industri perkebunan yang hidup berdampingan dengan komunitas masyarakat adat di Jambi berkomitmen kuat untuk tumbuh bersama masyarakat adat melalui penghormatan tradisi, pelestarian budaya, dan pembangunan kesejahteraan.

Komitmen tersebut kemudian Astra Agro jalankan melalui berbagai program dukungan yang dirancang untuk menjawab sejumlah kebutuhan dasar sekaligus mendorong kemandirian komunitas secara bertahap.

Langkah yang dilakukan salah satunya dengan berkolaborasi dari studi mendalam yang dilakukan oleh Daemeter Consulting pada tahun 2017, Astra Agro mengimplementasikan berbagai inisiatif yang mencakup aspek di aspek pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, perumahan, hingga pemberdayaan ekonomi. Program berfokus pada bantuan untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam jangka panjang.

Upaya lainnya yang dilakukan adalah dengan memperkuat ketahanan pangan, sejak 2018 Astra Agro secara konsisten menyediakan kebutuhan pokok seperti sembako dan beras bagi 331 kepala keluarga. Di saat yang sama, program Suluh Rimbo dikembangkan sebagai pusat pembelajaran pertanian yang dimulai dari skala kecil dan terus bertumbuh hingga pada tahun 2024 resmi menjadi lembaga bernama Rimba Tani. Inisiatif ini menjadi fondasi penting dalam memperkenalkan praktik bertani kepada komunitas yang sebelumnya sangat bergantung pada hasil hutan.

Pada pilar pendidikan, Astra Agro melalui PT Sari Aditya Loka (SAL) mengelola PKBM Muara Cendekia yang menaungi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga program kesetaraan Paket A, B, dan C. Kolaborasi dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) semakin memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 421 anak pada SAD telah mendapatkan akses pendidikan, bahkan beberapa di antaranya berhasil melanjutkan ke perguruan tinggi seperti Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Universitas Jambi, dan Universitas Kesehatan Jambi. Tercatat pula satu individu yang berhasil menempuh pendidikan hingga akademi kepolisian. 

Untuk menjangkau kelompok yang masih berpindah, program Sekolah Bejelon dihadirkan dengan sistem pengantaran guru ke lokasi belajar, serta didukung Rumah Singgah Madu Rimbo sebagai tempat tinggal sementara bagi anak-anak.

Sementara itu, layanan kesehatan juga diperkuat melalui penyediaan enam posyandu khusus SAD, yaitu Astera, Raflesia, Mawar, Punti Kayu II, Nurul Islam, dan Tunas Bangsa. Fasilitas ini dilengkapi dengan layanan ambulans yang memudahkan proses rujukan ke rumah sakit, sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan medis yang lebih cepat dan memadai.

Untuk pilar ekonomi, berbagai program pemberdayaan terus dikembangkan untuk membuka peluang penghasilan serta memandirikan masyarakat. Mereka didorong mengelola peternakan ayam, budidaya ikan lele, hingga pengembangan komoditas khas seperti jernang—getah merah bernilai ekonomi tinggi—melalui kerja sama dengan Taman Nasional Bukit Dua Belas. Beberapa kelompok bahkan menunjukkan perkembangan signifikan dengan mampu mengelola usaha secara mandiri.

Upaya lain yang tidak kalah penting adalah fasilitasi akses administrasi kependudukan. Sejak 2022, program pembuatan KTP bagi SAD terus digencarkan, dan hingga akhir 2025 sebanyak 898 individu telah memiliki identitas resmi. Kepemilikan dokumen ini membuka akses terhadap berbagai program bantuan sosial seperti BST, BLT, dan PKH, serta layanan kesehatan dan pendidikan melalui KIS dan KIP.

Transformasi juga terlihat pada Kelompok Meriau, yang sejak 2019 mulai meninggalkan pola hidup nomaden dan menetap di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas. Mereka kini telah memiliki rumah permanen dan mengembangkan mata pencaharian berbasis pertanian. Pada tahun 2024, langkah ini diperkuat melalui pembentukan koperasi Berkah Rimba Bukit Duabelas, hasil kolaborasi dengan pihak taman nasional, yang bertujuan meningkatkan posisi tawar masyarakat dalam memasarkan produk hasil hutan non-kayu.

Secara keseluruhan, rangkaian program ini menunjukkan bahwa pendekatan dengan mengedepankan dialog sesuai kebutuhan, terencana serta berkelanjutan mampu mendorong perubahan nyata. Selain meningkatkan kualitas hidup, juga membuka jalan bagi masyarakat SAD untuk beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Secara keseluruhan, rangkaian program pemberdayaan telah menjangkau 1.252 individu melalui penguatan pembelajaran keluarga, menyediakan akses pendidikan bagi 412 anak, serta memperluas layanan kesehatan dan administrasi kependudukan bagi ratusan keluarga. Hingga saat ini, sebanyak 898 masyarakat telah memiliki KTP, yang membuka akses terhadap berbagai program perlindungan sosial, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 84 kepala keluarga, Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi 40 keluarga, Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 236 keluarga, Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi 331 keluarga, serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi 182 keluarga. 

Penguatan kemandirian juga diperluas melalui dukungan kepada 37 keluarga Kelompok Meriau di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui Agricultural Learning Center (ALC) di Suluh Rimbo Sikar dan Suluh Rimbo Air Panas. Inisiatif ini menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan sumber daya secara produktif dan berkelanjutan.

Capaian ini mencerminkan bahwa pendekatan yang mengedepankan dialog, kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat, serta perencanaan berkelanjutan mampu menghasilkan dampak yang terukur.

Lebih dari sekadar peningkatan kesejahteraan, keseluruhan program ini turut membuka ruang bagi masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) untuk beradaptasi secara bertahap terhadap dinamika sosial dan ekonomi. Proses tersebut berlangsung dengan tetap menjaga identitas serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun, sehingga transformasi yang terjadi tetap selaras dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/27/menjaga-tradisi-menapaki-perubahan-perjalanan-astra-agro-bersama-suku-anak-dalam-sad/feed/ 0 22597
Astra Agro Dorong Ekonomi Perempuan Desa, Ini Kisah Nengah Wantri bersama Kelompok Perempuan Maju Jaya https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/13/astra-agro-dorong-ekonomi-perempuan-desa-ini-kisah-nengah-wantri-bersama-kelompok-perempuan-maju-jaya/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/13/astra-agro-dorong-ekonomi-perempuan-desa-ini-kisah-nengah-wantri-bersama-kelompok-perempuan-maju-jaya/#respond Mon, 13 Apr 2026 06:45:54 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22480 Di sebuah sudut desa di Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, para perempuan mulai menata harapan baru. Perubahan itu tidak datang secara tiba-tiba atau melalui langkah besar, melainkan tumbuh perlahan di balik rutinitas sehari-hari—dari keberanian memulai hal kecil hingga keyakinan untuk menciptakan masa depan yang berbeda.

Kelompok Perempuan Maju Jaya menjadi ruang tumbuh bagi harapan tersebut. Di sanalah para perempuan berkumpul, belajar, dan saling menguatkan. Mereka berasal dari latar belakang sederhana, dengan pengalaman yang terbatas dalam mengelola usaha. Namun semangat untuk berubah membuat mereka bertahan dan terus melangkah.

Di tengah kelompok ini, sosok Nengah Wantri menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Sebagai ketua kelompok, Nengah—begitu ia akrab disapa—menjadi jembatan harapan bagi para anggotanya. Ia adalah perempuan desa yang pernah merasakan keterbatasan, mulai dari akses terhadap modal, pengetahuan, hingga peluang usaha. Namun dari keterbatasan itulah ia menemukan dorongan untuk bergerak lebih jauh.

Bagi Nengah, bergabung dalam kelompok bukan sekadar aktivitas tambahan. Ini adalah jalan untuk membuktikan bahwa perempuan desa mampu mandiri. Ia terus mendorong anggotanya agar berani mencoba hal baru, meski harus dimulai dari langkah kecil.

Perjalanan mereka mulai menemukan arah ketika kolaborasi lintas pihak hadir. PT Mamuang, bagian dari Astra Agro, memberikan dukungan nyata untuk membantu pemberdayaan ekonomi di Desa tersebut, khususnya bagi kelompok Perempuan Maju Jaya. Lagi-lagi bukan secara tiba-tiba, PT Mamuang senantiasa hadir bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, mengajak berkolaborasi, memberikan berbagai manfaat nyata, serta membuka ruang dialog aktif dengan tujuan agar segala bantuan dan program yang hadir memang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. 

Kali ini berdasarkan berbagai pertimbangan dan pendekatan, PT Mamuang hadir melalui bantuan bibit ternak babi kepada Kelompok Perempuan Maju Jaya, bantuan ini menjadi titik awal tumbuhnya usaha kolektif yang dikelola bersama oleh para perempuan desa. Bantuan ini semakin kuat dengan kolaborasi bersama NGO Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah. 

Selain bantuan, para perempuan juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan. Nengah Wantri dan anggota kelompok belajar berbagai keterampilan baru, mulai dari teknik penggemukan ternak, manajemen pakan, hingga pengendalian penyakit. Pendampingan dilakukan secara langsung melalui kunjungan rutin, serta diperluas melalui workshop yang membuka wawasan mereka tentang pentingnya akses terhadap sumber daya.

Melalui proses ini, perempuan tani didorong untuk memahami hak dan peluang yang mereka miliki, termasuk dalam memanfaatkan berbagai program pemberdayaan yang sebelumnya belum sepenuhnya terjangkau.

Bagi Nengah Wantri, perubahan ini terasa sangat personal. Ia tidak hanya melihat peningkatan dari sisi ekonomi, tetapi juga perubahan cara pandang. Perempuan yang sebelumnya ragu kini mulai percaya diri—berani berdiskusi, mengambil keputusan, hingga merencanakan masa depan usaha bersama.

“Bantuan ini adalah harapan baru bagi kami untuk mengembangkan usaha produktif. Semoga program ini menjadi titik balik perubahan ekonomi masyarakat kami ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ia pun menyadari bahwa kemandirian tidak datang secara instan. Kemandirian tumbuh dari proses panjang—belajar, mencoba, dan saling mendukung. Dan hari ini, proses itu tengah berlangsung di desanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Rio Mukti, Idris Lambang. Ia sangat bersyukur berharap bantuan yang diberikan dapat dikelola dengan baik oleh kelompok sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya berpesan kepada seluruh anggota Kelompok Maju Jaya agar menjaga amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Kelola ternak dengan baik, ikuti pelatihan yang diberikan, dan jadikan program ini sebagai modal kebersamaan untuk membangun kesejahteraan desa kita,” pungkasnya.

Dari kandang-kandang sederhana yang mereka kelola, harapan kini semakin tumbuh. Setiap langkah kecil yang diambil Kelompok Perempuan Maju Jaya menjadi bukti bahwa ketika akses dibuka dan kepercayaan diberikan, perempuan desa mampu menjadi penggerak perubahan.

Di Desa Rio Mukti, pemberdayaan hidup dalam sosok-sosok seperti Nengah Wantri—yang memilih untuk tidak berhenti pada keterbatasan, melainkan menjadikannya sebagai titik awal untuk melangkah.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/13/astra-agro-dorong-ekonomi-perempuan-desa-ini-kisah-nengah-wantri-bersama-kelompok-perempuan-maju-jaya/feed/ 0 22480
El Nino dan La Nina: Ancaman Iklim Global yang Mempengaruhi Produktivitas Sawit https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/10/el-nino-dan-la-nina-ancaman-iklim-global-yang-mempengaruhi-produktivitas-sawit/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/10/el-nino-dan-la-nina-ancaman-iklim-global-yang-mempengaruhi-produktivitas-sawit/#respond Fri, 10 Apr 2026 02:54:06 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22464 Tahukah Anda bahwa perubahan produksi kelapa sawit tidak hanya dipengaruhi oleh pemupukan atau perawatan kebun, tetapi juga oleh fenomena iklim global? Dua istilah yang cukup sering terdengar, yaitu El Nino dan La Nina, memiliki peran besar dalam menentukan kondisi cuaca di Indonesia. El Nino biasanya ditandai dengan berkurangnya curah hujan yang memicu kemarau lebih panjang, sementara La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan dan musim basah yang berlangsung lebih lama. Perubahan pola hujan ini berdampak langsung pada ketersediaan air, yang menjadi faktor penting bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit.

Dalam Workshop “Ngobrol Bareng GAPKI”, Dr. Nuzul Hijri Darlan menjelaskan bahwa bagi industri kelapa sawit, El Nino menjadi salah satu tantangan utama karena menyebabkan cekaman kekeringan pada tanaman. Kekurangan air dapat mengganggu proses fisiologis, terutama pembentukan bunga betina yang menentukan produksi tandan buah segar. Dampaknya tidak hanya dirasakan saat kejadian berlangsung, tetapi juga dapat memengaruhi produksi hingga satu sampai dua tahun berikutnya. Penurunan produksi akibat cekaman kekeringan pun bervariasi, tergantung kondisi tanaman, umur tanaman, serta praktik pengelolaan kebun yang diterapkan.

Akademisi dari Institut Pertanian Bogor ini juga memaparkan kemarau panjang yang menyertai fenomena El Nino berpotensi membawa sejumlah ancaman bagi operasional perkebunan. Defisit air yang berlangsung lama membuat tanaman mengalami stres, menurunkan jumlah tandan dan berat buah, serta meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit. Tanaman yang mengalami kekeringan cenderung lebih rentan terhadap gangguan organisme pengganggu tanaman. Selain itu, kemarau panjang juga meningkatkan potensi kebakaran lahan, mengurangi ketersediaan air untuk kegiatan operasional, serta berdampak pada penurunan pasokan bahan baku ke pabrik kelapa sawit. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja produksi secara keseluruhan.

Menghadapi potensi kemarau pada tahun 2026, langkah antisipatif menjadi hal penting bagi industri kelapa sawit, termasuk Astra Agro. Perusahaan menargetkan zero fire sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan dengan memastikan tidak terjadi kebakaran di seluruh area operasional dan rantai pasok. Upaya pencegahan dilakukan melalui pemantauan area secara berkala, penerapan teknologi deteksi dini, serta peningkatan kapasitas tim melalui pelatihan bagi karyawan dan masyarakat sekitar. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak juga terus diperkuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap potensi kebakaran.

Astra Agro secara konsisten pun menerapkan Zero Burn Policy di seluruh konsesi yang melarang penggunaan api dalam kegiatan operasional, termasuk dalam proses persiapan penanaman kembali. Kebijakan ini bertujuan untuk menghilangkan potensi risiko kebakaran sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Sebagai penguatan, Perseroan juga mengimplementasikan Fire Prevention System yang mengacu pada regulasi pemerintah dengan empat prinsip utama, yaitu kepatuhan terhadap prosedur operasi standar, penyediaan fasilitas pemadam kebakaran yang memadai, pengelolaan sistem pasokan air yang efektif, serta pelibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran.

Kesiapan tersebut diperkuat melalui pelatihan Tim Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (TKTD) yang dilakukan secara rutin. Dalam pelaksanaannya, Astra Agro bekerja sama dengan berbagai pihak eksternal seperti Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Kepolisian, Manggala Agni, dan BPBD. Kolaborasi ini bertujuan memvalidasi kesiapan sarana prasarana, infrastruktur, serta personel dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran, khususnya saat menghadapi musim kemarau.

Selain penguatan kapasitas tim, Astra Agro juga melakukan pengecekan berkala terhadap sarana dan prasarana pendukung. Pemeriksaan dilakukan terhadap fasilitas pemadam kebakaran, sumber air, serta infrastruktur lainnya untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal dan siap digunakan dalam kondisi darurat.

Pemantauan potensi kebakaran juga dilakukan secara berlapis. Astra Agro memonitor hotspot di dalam dan sekitar konsesi menggunakan teknologi MODIS dan VIIRS dari BRIN, yang dipadukan dengan patroli lapangan, menara pantau, serta penggunaan drone untuk menjangkau area yang sulit diakses. Selain itu, Perseroan memantau curah hujan melalui Automatic Weather System (AWS) dan data BMKG sebagai sistem peringatan dini terhadap peningkatan risiko kebakaran.

Upaya pencegahan tidak hanya difokuskan di dalam area operasional, tetapi juga diperluas hingga wilayah sekitar. Astra Agro melakukan patroli bersama pemerintah daerah, dinas terkait, serta TNI/Polri untuk mengantisipasi potensi kebakaran dari luar konsesi yang dapat berdampak pada area perusahaan.

Sebagai bagian dari pendekatan kolaboratif, Astra Agro juga mengembangkan program pencegahan kebakaran berbasis masyarakat melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA). Hingga 2024, Perseroan telah membina 122 kelompok MPA. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, mencegah pembukaan lahan dengan api, serta memperkuat kemampuan deteksi dan pemadaman dini kebakaran di wilayah sekitar konsesi.

Melalui berbagai langkah tersebut, Astra Agro berupaya mengantisipasi dampak El Nino terhadap produktivitas perkebunan, juga memastikan komitmen keberlanjutan operasional tetap terjaga. Pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pencegahan, pemantauan, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin dinamis.

Source: Pemaparan Dr. Nuzul Hijri Darlan & Sustainability Report Astra Agro 2025

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/04/10/el-nino-dan-la-nina-ancaman-iklim-global-yang-mempengaruhi-produktivitas-sawit/feed/ 0 22464
Astra Agro Melalui Astra Kreatif Dorong UMKM Desa Tumbuh Lebih Mandiri dan Berdaya https://www.astra-agro.co.id/id/2026/03/31/astra-agro-melalui-astra-kreatif-dorong-umkm-desa-tumbuh-lebih-mandiri-dan-berdaya/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/03/31/astra-agro-melalui-astra-kreatif-dorong-umkm-desa-tumbuh-lebih-mandiri-dan-berdaya/#respond Tue, 31 Mar 2026 06:59:40 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22418 Di banyak desa, usaha kecil sering kali lahir dari dapur rumah, halaman belakang, atau dari ide sederhana yang dijalankan dengan penuh ketekunan. Meski dimulai dengan segala keterbatasan, usaha-usaha kecil ini menyimpan potensi besar untuk menggerakkan ekonomi keluarga bahkan desa. Ketika mendapatkan dukungan yang tepat—baik berupa pendampingan, pelatihan, maupun akses pasar—usaha kecil tersebut dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Semangat itu yang kini dirasakan oleh para pelaku UMKM di Desa Mulya Subur, Kabupaten Pelalawan. Melalui program Astra Kreatif, masyarakat mulai mendapatkan ruang untuk mengembangkan usaha yang sebelumnya dijalankan secara sederhana. Program ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga pendampingan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta memahami strategi pemasaran yang lebih luas.

Dalam proses pendampingan tersebut, para pelaku usaha diajak untuk melihat kembali potensi yang dimiliki desa mereka. Produk-produk lokal seperti makanan olahan rumahan yang sebelumnya hanya dipasarkan secara terbatas kini mulai diperkenalkan dengan tampilan yang lebih menarik dan nilai tambah yang lebih tinggi. Dari sinilah muncul optimisme baru di tengah masyarakat bahwa usaha kecil mereka juga memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh.

Perjalanan penguatan UMKM ini tidak berjalan sendiri. Program Astra Kreatif merupakan bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui anak usahanya di berbagai wilayah operasional. Di Kabupaten Pelalawan, upaya ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif PT Sari Lembah Subur (SLS) yang secara langsung mendampingi kelompok usaha masyarakat desa.

Perusahaan memberikan dukungan mulai dari penguatan kapasitas usaha, perbaikan desain kemasan produk, hingga strategi pemasaran agar produk UMKM memiliki daya saing yang lebih baik di pasar lokal. Salah satu contohnya adalah pengembangan produk keripik tempe lokal yang kini hadir dengan identitas merek dan kemasan yang lebih menarik.

Perwakilan perusahaan menyampaikan bahwa program ini lahir dari aspirasi masyarakat desa yang ingin meningkatkan kualitas usaha mereka. “Kami berharap melalui pengembangan produk dan pembaruan kemasan ini, UMKM desa dapat meningkatkan daya saingnya sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar perwakilan manajemen PT SLS.

Bagi masyarakat desa, pendampingan seperti ini memiliki arti lebih dari sekadar peningkatan usaha. Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya menjalankan usaha secara individu kini mulai belajar bekerja bersama dalam kelompok. Mereka saling berbagi pengalaman, bertukar ide, hingga bersama-sama mencari cara agar produk yang dihasilkan semakin diminati pasar.

Ketua kelompok UMKM setempat pun mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan dalam memperbaiki kemasan dan penguatan branding membuat produk mereka tampil lebih percaya diri untuk dipasarkan ke masyarakat yang lebih luas. Harapan pun muncul agar kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga usaha masyarakat desa bisa berkembang secara berkelanjutan.

Seiring waktu, perubahan mulai terasa. Produk yang sebelumnya hanya dijual di lingkungan sekitar kini mulai dikenal oleh masyarakat di luar desa. Kemasan yang lebih modern membuat produk tampak lebih profesional, sementara semangat para pelaku usaha semakin tumbuh karena melihat hasil nyata dari usaha mereka.

Kisah ini menjadi gambaran bahwa pemberdayaan ekonomi desa tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Justru dari usaha kecil yang dikelola dengan tekun, perubahan perlahan bisa tercipta. Dengan pendampingan yang tepat, potensi desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberi manfaat bagi banyak orang.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/03/31/astra-agro-melalui-astra-kreatif-dorong-umkm-desa-tumbuh-lebih-mandiri-dan-berdaya/feed/ 0 22418
Dukung Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Ini Kontribusi Astra Agro: Kelola Sampah, Jaga Masa Depan https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/22/dukung-hari-peduli-sampah-nasional-hpsn-ini-kontribusi-astra-agro-kelola-sampah-jaga-masa-depan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/22/dukung-hari-peduli-sampah-nasional-hpsn-ini-kontribusi-astra-agro-kelola-sampah-jaga-masa-depan/#respond Sun, 22 Feb 2026 04:15:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22100 Di berbagai sudut kota hingga pelosok desa, sampah masih menjadi persoalan yang akrab ditemui. Kantong plastik sekali pakai, sisa makanan rumah tangga, hingga limbah kemasan kerap menumpuk tanpa pengelolaan yang memadai.

Pada tingkat nasional, isu sampah bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, melainkan juga menyangkut kesehatan masyarakat, pencemaran lingkungan, hingga perubahan iklim. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dikutip dari Indonesiaasri.com, aktivitas rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar dengan porsi mencapai 60,44%, disusul aktivitas pasar sebesar 11,63%.

Melihat tantangan tersebut, kolaborasi menjadi kunci. Upaya pengelolaan sampah tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan keterlibatan aktif berbagai elemen, termasuk sektor industri yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat di wilayah operasionalnya. Perusahaan tidak lagi sekadar berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang turut membangun kesadaran serta menghadirkan solusi lingkungan secara berkelanjutan.

Kesadaran inilah yang mendorong PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) bersama seluruh entitas usahanya mengubah tantangan menjadi peluang. Dari wilayah operasional yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, berbagai inisiatif lahir untuk mengubah sampah yang sebelumnya dinilai sebagai persoalan menjadi sumber manfaat bagi masyarakat.

Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui implementasi Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit (Mulok PLKS) di sekolah-sekolah binaan. Astra Agro bersama entitas usahanya menghadirkan sub-program pengolahan sampah berbasis sistem 5R (reduce, reuse, recycle, replace, replant). Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan pengelolaan sampah secara langsung. Beragam karya kreatif pun lahir, mulai dari kerajinan berbahan cangkang sawit dan sampah plastik, nutrisi hidroponik dari limbah daun kelapa sawit, eco-enzim, eco-brick dari sampah kertas dan botol plastik, hingga briket sebagai bahan alternatif arang.

Diantaranya perubahan nyata terlihat di Desa Pandu Sanjaya, desa binaan PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP) dan PT Agro Menara Rachmat (AMR). Melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, bank sampah desa diperkuat dengan bantuan alat kompos dan fasilitas fermentasi. Pengolahan kompos dan pakan maggot menjadi bernilai ekonomi, membuka peluang kemandirian masyarakat.

Semangat pengelolaan sampah juga tumbuh di wilayah operasional PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS). Melalui Bank Sampah Unit (BSU), masyarakat diajak memilah dan mengelola sampah rumah tangga. Botol plastik, kertas bekas, dan limbah domestik lainnya diolah menjadi produk bernilai, seperti lilin dan kerajinan tangan. Dari sini sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber peluang ekonomi.

Kepedulian terhadap lingkungan juga dikenalkan sejak dini kepada generasi muda. Melalui sekolah binaan PT Subur Agro Makmur (SAM), siswa diajak memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam hidroponik. Kegiatan sederhana ini tidak hanya mengajarkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya serupa juga dijalankan oleh PT Sumber Kharisma Persada (SKP), PT Cipta Narada Lestari (CNL), dan PT Karyanusa Ekadaya (KED). Ketiga entitas tersebut berhasil mendampingi sekolah binaan meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025. Mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, pembinaan dilakukan melalui penanaman kebiasaan memilah sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pembangunan budaya sekolah yang peduli lingkungan. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan sekolah menjadikan edukasi lingkungan berkembang menjadi gerakan nyata yang dijalankan siswa setiap hari.

Komitmen Astra Agro dalam pengelolaan sampah juga hadir langsung di tengah masyarakat adat. Dikutip dari laporan tahunan Astra Agro pada 2024, perusahaan berkolaborasi dengan Kementerian Agama dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Palu untuk memberikan pelatihan pembuatan ecobrick kepada masyarakat Suku Bunggu di Dusun Saluraya, Sulawesi Barat. Melalui pelatihan ini, sampah plastik yang sebelumnya tidak terkelola diolah menjadi produk bermanfaat. Antusiasme warga terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap sesi, mencerminkan tumbuhnya kesadaran sekaligus harapan baru untuk menjaga lingkungan secara lebih bijak.

Semangat serupa juga tumbuh di tengah masyarakat Suku Dayak Tomun. Melalui kampanye lingkungan, Astra Agro membagikan 600 tas belanja ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai serta menyediakan 70 tempat sampah untuk mendukung kebersihan desa. Program ini menjadi bagian dari upaya perubahan perilaku masyarakat menuju kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.

Secara lebih luas, perusahaan juga terus menggalakkan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di desa-desa binaan. Sepanjang 2024, lebih dari 1.000 tas belanja ramah lingkungan telah dibagikan sebagai alternatif pengganti kantong plastik. Di saat yang sama, Astra Agro senantiasa memperkuat edukasi mengenai pengelolaan sampah, pemanfaatan pekarangan rumah, serta pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini turut didukung dengan peningkatan akses transportasi di desa-desa sekitar wilayah operasional, sehingga tidak hanya meningkatkan kepedulian lingkungan, tetapi juga mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/22/dukung-hari-peduli-sampah-nasional-hpsn-ini-kontribusi-astra-agro-kelola-sampah-jaga-masa-depan/feed/ 0 22100
Kontribusi Nyata Astra Agro: Masyarakat Berdaya, Masa Depan Terbina https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/#respond Thu, 05 Feb 2026 07:15:13 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22058 PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) bersama anak usahanya di Sulawesi senantiasa memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Seluruh program dirancang melalui pemetaan sosial serta dialog aktif dengan pemerintah desa dan masyarakat, guna memastikan manfaat yang relevan dan berkelanjutan.

Berpijak pada empat pilar tanggung jawab sosial yakni —pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, Astra Agro memiliki tekad untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan komunitas. Melalui inisiasi tersebut, perusahaan berusaha selalu meningkatkan kualitas hidup, keterampilan, dan kemandirian masyarakat, sekaligus menjaga pelestarian alam dan menciptakan nilai tambah ekonomi. 

Di bidang pendidikan, Astra Agro memberikan dukungan nyata melalui beasiswa, insentif bagi guru honorer, serta penyediaan sarana pendukung kegiatan belajar. Hingga kuartal ketiga 2025, dukungan tersebut menjangkau 13 sekolah per September 2025, sekaligus mendorong pengembangan karakter dan prestasi siswa melalui kegiatan non-akademik. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda desa yang lebih percaya diri dan berdaya saing.

Pada saat yang sama, pilar kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas. Melalui layanan Posyandu, ratusan ibu hamil, balita, dan lansia mendapatkan imunisasi, pemeriksaan rutin, hingga makanan tambahan (PMT). Tidak berhenti di sana, Astra Agro juga memberikan insentif dan dukungan kapasitas bagi kader Posyandu di sejumlah desa, sehingga layanan kesehatan berbasis komunitas dapat terus berjalan secara mandiri.

Dalam pilar ekonomi pun, Astra Agro menyesuaikan pendekatan dengan potensi dan karakteristik tiap wilayah.  Untuk upaya penguatan ekonomi lokal, Astra Agro mendampingi kelompok tani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM agar mampu meningkatkan nilai tambah usaha mereka. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan, pemanfaatan sumber daya lokal, hingga dukungan akses pasar. PT Agro Nusa Abadi (ANA) di Morowali Utara, misalnya, kelompok ketahanan pangan desa didukung dengan pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai pupuk organik, sekaligus pengembangan produk lokal yang bernilai ekonomi.

Sementara di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, PT Lestari Tani Teladan (LTT) membangun hubungan erat dengan masyarakat Desa Towiora dan Tinauka melalui pendampingan intensif dan diskusi partisipatif. Inisiatif ini mendorong lahirnya kembali peran pemuda desa melalui pembentukan karang taruna. Dukungan berupa rumah jamur dan baglog membuka peluang usaha budidaya jamur tiram yang dikelola secara mandiri oleh pemuda desa, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi lokal.

Kontribusi PT LTT juga mencakup pembangunan infrastruktur sosial. Fasilitasi pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Towiora—melalui penyediaan alat berat, paving block, hingga sertifikasi lahan—menjadi contoh bahwa pembangunan tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga kebutuhan sosial dan budaya masyarakat.

Tak berhenti di situ, PT Mamuang (MMG) di Sulawesi Barat turut mengimplementasikan program pemberdayaan berbasis kearifan lokal. Di Desa Martasari, perempuan didukung melalui penyediaan alat tenun dan pendampingan keterampilan, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menghidupkan kembali tradisi. Sementara itu, kelompok tani di Desa Karya Bersama memperoleh pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk dan daya saing pasar.

Selain itu, PT Agro Nusa Abadi (ANA) juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat di Desa Bunta, Tompira, dan Molino. Kelompok tani menerima benih jagung dan pupuk organik disertai pelatihan pertanian ramah lingkungan. Nelayan memperoleh peralatan tangkap yang lebih memadai, sedangkan kelompok perempuan didorong mengolah hasil kebun menjadi produk pangan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan keluarga.

PT ANA juga memfasilitasi penyediaan air bersih melalui sumur bor dan tangki penampung yang kini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Tak hanya itu, kegiatan penghijauan di bantaran sungai serta perbaikan sarana transportasi desa turut memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pilar lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan, hingga kuartal ketiga 2025, Astra Agro mencatat kemajuan signifikan dalam program rehabilitasi lingkungan di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Astra Agro telah melakukan penanaman dan rehabilitasi lahan di sepanjang sempadan sungai, pesisir, serta area bernilai konservasi tinggi (HCV), dengan total lebih dari 22.000 pohon ditanam di hampir 67 hektare lahan secara kumulatif.

 

Program ini bertujuan memulihkan fungsi ekologis—seperti mencegah erosi, menjaga kualitas air, dan memperkuat konektivitas habitat, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Astra Agro juga terlibat aktif dalam penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Sulawesi Barat bersama pemerintah daerah dan akademisi.

Melalui rangkaian inisiatif tersebut, Astra Agro menegaskan keyakinannya bahwa keberhasilan operasional perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra sejati, Astra Agro terus membangun fondasi pembangunan yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan di Sulawesi.

Melalui anak usaha yang tersebar di berbagai pelosok negeri, Astra Agro ingin menegaskan bahwa pembangunan dapat hadir melalui program yang sederhana, kontekstual, dan berbasis kebutuhan nyata, perusahaan berupaya menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.

Hingga kuartal ketiga 2025, program community development Astra Agro di Sulawesi terus berkembang, menjangkau masyarakat melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan dasar, penguatan ekonomi lokal, serta rehabilitasi lingkungan yang terintegrasi dengan partisipasi warga.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/feed/ 0 22058
Kolaborasi Berkelanjutan Astra Agro Untuk Cegah Stunting di Provinsi Jambi https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/22/kolaborasi-berkelanjutan-astra-agro-untuk-cegah-stunting-di-provinsi-jambi/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/22/kolaborasi-berkelanjutan-astra-agro-untuk-cegah-stunting-di-provinsi-jambi/#respond Thu, 22 Jan 2026 03:42:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22016 Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada bayi dan balita masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia. Penyebab utamanya adalah kurangnya asupan gizi sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan, sanitasi buruk, hingga kurangnya edukasi gizi. 

Kompleksitas persoalan stunting mendorong pemerintah untuk mengambil langkah percepatan penanganan. Dilansir dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Indonesia melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) menginisiasi program nasional yang melibatkan lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku swasta, hingga partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menurunkan angka gagal tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam upaya mendukung program pemerintah tersebut, entitas PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) di Jambi bersama dengan pemerintah daerah Provinsi Jambi menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan, dengan mendorong intervensi yang terencana, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa stunting bukan semata persoalan kesehatan, melainkan menyangkut kualitas masa depan daerah. Karena itu, ia mengimbau seluruh sektor untuk turut berperan aktif mendukung rencana aksi penurunan stunting.

“Semua pihak harus berjalan beriringan dan terintegrasi untuk menyukseskan program ini, dan peran orang tua asuh sangat dibutuhkan di setiap daerah,” ujarnya saat membuka Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi beberapa waktu lalu.

Di tingkat tapak, komitmen penurunan stunting kemudian diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Astra Agro perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Merangin dan Sarolangun, turut mendukung agenda percepatan penurunan stunting melalui berbagai program berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Astra Agro menjadi salah satu sektor yang senantiasa hadir lewat berbagai komitmen keberlanjutannya, utamanya melalui program orang tua asuh,” tambah Al Haris.

Sepanjang 2025, Astra Agro di Jambi secara konsisten menjalankan berbagai program kesehatan berbasis komunitas. Bagi perusahaan, upaya pencegahan stunting tidak cukup dengan bantuan sesaat, melainkan membutuhkan pendampingan jangka panjang. Melalui tanggung jawab sosial pilar kesehatan, perusahaan telah membina 35 posyandu di wilayah operasional serta enam posyandu khusus untuk komunitas Suku Anak Dalam (SAD).

Seiring berjalannya waktu, peran posyandu tidak hanya sebagai layanan dasar kesehatan, tetapi juga menjadi ruang penguatan komunitas. Pada akhir 2025, Astra Agro senantiasa meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan bagi masyarakat SAD agar posyandu mampu menjawab kebutuhan yang lebih luas.

Menurut Slamet Riyadi, Assistant Corporate Social Responsibility Astra Agro di Jambi, peningkatan layanan tersebut dirancang untuk mencakup seluruh siklus kehidupan.“Mulai dari ibu hamil, ibu pasca melahirkan dan menyusui, bayi, balita, anak prasekolah, anak usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan juga memberi perhatian pada peningkatan kualitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pendampingan bagi dokter, perawat, serta kader posyandu binaan.

Di posyandu-posyandu inilah cerita perubahan perlahan terbangun, kader yang semakin terlatih, anak-anak yang rutin mendapat makanan tambahan bergizi, hingga fasilitas kesehatan yang kian memadai. Bersama puskesmas setempat, perusahaan juga mengoperasikan layanan puskesmas keliling yang menjangkau 241 kepala keluarga, serta menyediakan ambulans khusus bagi masyarakat SAD yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan.

Kehadiran yang konsisten dan pendekatan yang berkelanjutan tersebut tidak luput dari perhatian pemerintah daerah. Pada Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten Merangin memberikan apresiasi atas peran aktif Astra Agro dalam percepatan penurunan stunting. Pengakuan itu kemudian diperkuat dengan penganugerahan Piagam Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dari BKKBN Provinsi Jambi pada Desember 2025.

Upaya perusahaan tidak berhenti pada pilar kesehatan. Anak usaha Astra Agro di Jambi juga turut mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sebagai fondasi penting pencegahan stunting. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan 34,65 ton beras serta 2.979 paket sembako dan makanan kepada lebih dari 331 rumah tangga dan komunitas SAD di Kabupaten Merangin dan Sarolangun.

Bagi perusahaan, makna dari ketahanan pangan tidak berhenti hanya memberi, namun juga mendampingi dan memandirikan, untuk itu  Astra Agro juga bersama komunitas dan kelompok tani SAD menginisiasi penanaman 600 bibit pohon jengkol, budidayakan serai wangi, hingga pengembangan perikanan air tawar. 

Pendidikan kemudian menjadi bab penting berikutnya dalam rangkaian upaya tersebut. Hingga 2025, perusahaan telah membina 13 sekolah di Merangin dan Sarolangun, mendampingi 412 siswa bersama 16 tenaga pendidik. Bagi anak-anak SAD yang harus meninggalkan hutan demi mengenyam pendidikan formal, perusahaan menyediakan Wisma Madu Rimbo, rumah singgah anak-anak SAD dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas.

Slamet menegaskan bahwa peran dunia usaha tak terpisah dari denyut kehidupan daerah. Ia berharap kolaborasi yang terbangun selama ini terus berlanjut, agar pembangunan tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/22/kolaborasi-berkelanjutan-astra-agro-untuk-cegah-stunting-di-provinsi-jambi/feed/ 0 22016
Menumbuhkan Karakter Lewat Seni, Astra Agro Hadir Menjadi Bagian dari Ruang Tumbuh Anak https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/21/menumbuhkan-karakter-lewat-seni-astra-agro-hadir-menjadi-bagian-dari-ruang-tumbuh-anak/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/21/menumbuhkan-karakter-lewat-seni-astra-agro-hadir-menjadi-bagian-dari-ruang-tumbuh-anak/#respond Wed, 21 Jan 2026 08:01:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22012 Pembelajaran seni di sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan usia dini dan sekolah dasar memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan berbagai keterampilan anak. Kerap dianggap sebagai sebuah kegiatan hiburan, seni justru merupakan alat yang efektif untuk mendukung perkembangan kognitif, emosional, motorik, dan sosial anak.

Pemahaman inilah yang tercermin dalam Pagelaran Seni dan Kreativitas Siswa TK Awal Mulia dan SDS Kimia Tirta Utama. Sekolah binaan PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) di Riau tersebut sukses menghadirkan sebuah pentas seni yang menampilkan berbagai pertunjukan mempesona mulai dari tari-tarian tradisional, tarian modern, hingga ajang tarik suara lagu-lagi daerah.

Di usia sekolah dasar, anak berada dalam masa perkembangan penting di mana mereka mulai memahami lingkungan sosial dan emosional. Pada masa ini, pendidikan seni berfungsi sebagai media bagi mereka untuk mengekspresikan emosi dan imajinasi, yang terkadang sulit diungkapkan dengan kata-kata

Oleh karena itu, pagelaran seni ini dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus sarana pembelajaran kontekstual, yang mendorong anak untuk berani tampil, bekerja sama, menghargai perbedaan, serta membangun empati sejak dini. Bahkan, di balik setiap penampilan para siswa, tersirat makna yang dikemas dengan mengangkat isu-isu sosial penting, seperti anti-perundungan (stop bullying), kemajemukan budaya, serta pola hidup sehat. Para siswa diajak untuk memahami nilai-nilai tersebut dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak-anak.

Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Bidang Pendidikan Kecamatan Koto Gasib, Sutikno, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, turut mengapresiasi upaya sekolah dalam menjadikan seni sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, setiap jenis seni ini memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang secara utuh, baik pada aspek kognitif juga emosional dan sosial. 

“Pagelaran ini sangat tepat menjadi puncak rangkaian pembelajaran, terlebih dilaksanakan menjelang libur sekolah. Anak-anak mendapatkan pengalaman berharga yang tidak selalu bisa diperoleh di setiap sekolah. Selamat kepada seluruh siswa, guru, juga korporasi yang turut mendukung pentas maupun proses pembelajaran selama ini,” ujar Sutikno.

Pagelaran Seni dan Kreativitas Siswa TK Awal Mulia & SDS Kimia Tirta Utama merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Astra Agro dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan inspiratif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif dan berdaya saing.

Komitmen tersebut juga tercermin dari capaian SDS Kimia Tirta Utama hingga ke kancah nasional dengan diraihnya predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Prestasi ini lahir dari konsistensi sekolah dalam menjalankan berbagai program unggulan di bidang lingkungan, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, budidaya tanaman obat keluarga (TOGA), pembangunan green house, hingga penerapan kawasan bebas rokok di lingkungan sekolah.

Masrikan, Kepala Sekolah SDS Kimia Tirta Utama, menyampaikan bahwa keberhasilan sekolah tidak terlepas dari semangat belajar dan inovasi para siswa dalam mengembangkan potensi diri, selain di bidang akademik. 

“Dukungan orang tua sebagai pendidik utama di rumah, serta pembinaan berkelanjutan dari Astra Agro pun, menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan sekolah dan optimalisasi tumbuh kembang para siswa,” tutupnya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/21/menumbuhkan-karakter-lewat-seni-astra-agro-hadir-menjadi-bagian-dari-ruang-tumbuh-anak/feed/ 0 22012
Dari Desa untuk Generasi Bangsa, Astra Agro Hadirkan Makna Hari Ibu di Pasangkayu https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/29/dari-desa-untuk-generasi-bangsa-astra-agro-hadirkan-makna-hari-ibu-di-pasangkayu/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/29/dari-desa-untuk-generasi-bangsa-astra-agro-hadirkan-makna-hari-ibu-di-pasangkayu/#respond Mon, 29 Dec 2025 06:28:51 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21772 Di tengah rintik hujan yang kerap membasahi bumi pertiwi, perayaan Hari Ibu hadir setiap 22 Desember sebagai momentum nasional yang menggugah sanubari. Hari Ibu sejatinya bukan sekadar perayaan kasih sayang, melainkan refleksi atas peran dan perjuangan perempuan Indonesia dalam sejarah bangsa.

Penetapan Hari Ibu berakar dari Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta, ketika perempuan dari berbagai latar belakang berkumpul untuk pertama kalinya. Kongres ini menjadi tonggak penting dalam menyuarakan kepentingan bersama, mulai dari pendidikan, kesehatan, hak anak, hingga kontribusi perempuan dalam perjuangan kemerdekaan nasional.

PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui anak usahanya di Sulawesi Barat, menginisiasi peringatan Hari Ibu Nasional dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan talkshow dan sosialiasi kesehatan di tingkat tapak. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi berkumpulnya kader posyandu yang senantiasa secara rutin memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat di sekitar wilayah operasional Astra Agro.

Rangkaian acara yang dilaksanakan tepat pada Selasa (22/12) ini diikuti oleh sekitar 300 kader posyandu internal dan eksternal binaan Astra Agro di Sulawesi Barat. Pagi itu acara disambut dengan gerimis kecil namun tak menyulutkan semangat para peserta yang hadir untuk mengikuti keseluruhan acara.

Mengusung tema “Dari Pelukan Ibu dan Dukungan Ayah, Tumbuhlah Anak Sehat dan Kuat”, kegiatan ini bertujuan memperkuat peran kader posyandu dalam mendukung kesehatan ibu dan anak melalui pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, dan penguatan pola asuh, sebagai upaya nyata pencegahan gagal tumbuh atau stunting.

Dalam penyelenggaraan kegiatan ini, Astra Agro menggandeng komunitas Inisiasi Muda dari Desa Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, sebagai komunitas binaannya. Inisiasi Muda merupakan kelompok pemuda yang aktif bergerak di bidang kepedulian lingkungan dan sosial. Mereka senantiasa menunjukkan komitmennya bagi masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan Talkshow Kader Posyandu bersama Astra Agro.

Bekerjasama dengan Komunitas Peduli ASI, Astra Agro dan Inisiasi Muda menghadirkan langsung dua Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Umum Daerah serta Kepala Dinas BKKBN sebagai narasumber Talkshow. 

Andi Handriyati, Dokter Spesialis Anak RSUD AKO Kabupaten Pasangkayu, mengungkapkan rasa bangganya dapat menjadi bagian dari kegiatan yang memberikan dampak positif bagi sekitar. “Inisiasi yang luar biasa hadir dari korporasi dan pemuda desa bagi generasi penerus bangsa di momen spesial hari Ibu,” ungkapnya. 

Ia mengatakan, sebagai ibu bekerja, memastikan anak tetap tumbuh optimal, baik secara fisik, mental, maupun emosional adalah hal yang tidak bisa ditawar. Lalu, peran kader posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Sehingga keduanya menjadi sinergi yang positif yang dihadirkan dalam rangkaian acara dan talkshow kali ini.

 

Sementara, Fatur Rachman Hidayat ketua dari Inisiasi Muda menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara perusahaan, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama,” kata Fatur. 

Inisiasi yang dilakukan oleh anak usaha Astra Agro di Sulawesi Barat merupakan satu dari rangkaian program yang telah dijalankan oleh seluruh anak usaha Astra Agro di setiap wilayah operasionalnya dalam tanggung jawab sosial pada pilar kesehatan. 

Sepanjang tahun 2024, Astra Agro telah melakukan program dalam mendukung pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan yang diwujudkan melalui Pusat Kegiatan Kesehatan Masyarakat (PK2M) berbasis Posyandu. 

Kegiatan PK2M tersebut mencakup pendampingan, edukasi, serta pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada total 335 Posyandu yang tersebar di desa-desa wilayah kerja Astra Agro. Selain itu Astra Agro juga telah menyalurkan bantuan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan vitamin kepada 3.342 ibu hamil serta 18.570 bayi dan balita di desa-desa binaan.

Serta sejalan dengan tujuan dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ibu di Sulawesi Barat, perusahaan juga telah memberikan dukungan terhadap penanganan stunting pada anak-anak di wilayah operasional.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/29/dari-desa-untuk-generasi-bangsa-astra-agro-hadirkan-makna-hari-ibu-di-pasangkayu/feed/ 0 21772
Panggung Mimpi Menumbuhkan Prestasi di Celebes Education Festival 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/22/panggung-mimpi-menumbuhkan-prestasi-di-celebes-education-festival-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/22/panggung-mimpi-menumbuhkan-prestasi-di-celebes-education-festival-2025/#respond Mon, 22 Dec 2025 09:02:24 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21738 Di tengah riuhnya perubahan zaman dan derasnya arus teknologi, pendidikan tetap menjadi jangkar harapan bagi masa depan. PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui anak usahanya di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, berupaya mengembagkan layar-layar mimpi para siswa dengan menghelat Celebes Education Festival (CEF) 2025. Sebuah ajang pameran pendidikan untuk menjaring bakat-bakat terpendam dari tanah Mandar. 

Festival yang digelar pada Minggu (14/12), menghadirkan 50 penampilan dari beragam bidang yang berasal dari seluruh sekolah binaan anak usaha Astra Agro. Diantaranya adalah pembacaan puisi dan pidato, unjuk karate, solo vokal, pertunjukan pantomim, fashion show busana daur ulang limbah, penampilan tarian daerah, hingga musik tradisional. Total ada 190 siswa yang ikut berpartisipasi pada festival pendidikan pertama yang digelar Yayasan Astra Agro tersebut. 

Siswa yang mengikuti Celebes Education Festival 2025 pun terbagi dari beragam kategori jenjang pendidikan mulai dari jenjang anak usia dini, jenjang sekolah dasar, hingga jenjang menengah. Astra Agro berharap dengan ajang yang diikuti oleh beragam jenjang pendidikan mampu menjadi ruang pembentukan mental, pengembangan bakat, dan pencapaian prestasi bagi siswa-siswi sekolah binaan Astra Agro di wilayah Pasangkayu.

Salah satu talenta berbakat yang ikut memeriahkan panggung Celebes Education Festival hari itu adalah Nurul Ainun, vokalis Band SMP Astra Makmur Jaya. Nurul yang semula hanya sekedar menyalurkan minat dan bakat ditunjuk menjadi pembuka di sebuah acara besar yang dihadiri manajemen perusahaan dan jajaran pemerintah daerah di kampung halamannya. 

Ia pun mengungkapkan rasa takjubnya karena dapat menunjukkan bakat menyanyinya dihadapan ratusan orang. Penampilan Nurul pun mendapatkan antusiasme masyarakat dari yang memadati lokasi acara. “Terima kasih Astra Agro yang telah memberikan kesempatan saya dan teman-teman tampil berani di tonton banyak orang,” ujar Ainun dengan polos dan bahagianya setelah tampil di panggung CEF 2025. 

Segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Pasangkayu turut menghadiri Celebes Education Festival. Badaruddin, selaku perwakilan Bupati Pasangkayu, mengharapkan CEF 2025 dapat menjadi panutan bagi perusahaan-perusahaan lain, untuk ikut mencerdaskan dan penampilkan talenta-talenta berbakat generasi penerus, khususnya di Sulawesi Barat. 

“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa bermanfaat dan sangat edukatif. Sekolah-sekolah serta siswa-siswi anak usaha Astra Agro, telah dikenal selalu berkontribusi dalam prestasi tidak hanya di tingkat kabupaten dan provinsi, bahkan hingga ke nasional,” ungkap bangga Badaruddin, selaku perwakilan Bupati Pasangkayu yang hadir dalam CEF 2025.

Kemeriahan acara berpadu dengan semangat belajar dan kolaborasi, menjadikan CEF 2025 sebagai momentum penting dalam mendorong pendidikan yang mengedepankan karakter, kreativitas, dan sportivitas. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dapat tumbuh melalui kerjasama, kepedulian, dan ruang ekspresi yang inklusif, sehingga membuka jalan bagi lahirnya generasi Celebes yang percaya diri, kreatif, dan berprestasi.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/22/panggung-mimpi-menumbuhkan-prestasi-di-celebes-education-festival-2025/feed/ 0 21738
Deteksi Dini Sebagai Kunci Dari Kesembuhan: Kolaborasi Lovepink dan Astra Agro Cegah Kanker Payudara di Kalimantan Tengah https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/15/deteksi-dini-sebagai-kunci-dari-kesembuhan-kolaborasi-lovepink-dan-astra-agro-cegah-kanker-payudara-di-kalimantan-tengah/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/15/deteksi-dini-sebagai-kunci-dari-kesembuhan-kolaborasi-lovepink-dan-astra-agro-cegah-kanker-payudara-di-kalimantan-tengah/#respond Mon, 15 Dec 2025 09:45:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21697 Sabtu pagi yang cerah di sebuah aula gelanggang olahraga perkebunan kelapa sawit tampak dipadati oleh perempuan dan anak-anak. Pada pagi hari tersebut, aula yang biasanya digunakan untuk berolahraga dimanfaatkan sebagai venue program Pink Talk sebagai agenda sosialisasi pencegahan dan deteksi dini kanker payudara yang diinisiasi oleh Yayasan Lovepink Indonesia.

Astra Agro mengundang perwakilan desa ring 1 di sekitar perkebunan sawit, di antaranya Desa Pandu Sanjaya, Desa Sidomulyo, Desa Sungai Bengkoang, Desa Pangkalan Tiga, dan Desa Runtu untuk menghadiri sosialisasi yang diselenggarakan di PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI), Kalimantan Tengah. Selain perwakilan desa, perusahaan juga mengundang tenaga kesehatan yang bertugas di Polibun (Poliklinik Kebun), yang terdiri atas dokter, perawat, serta kader posyandu dari internal maupun eksternal perusahaan serta komunitas PERISKA (Perwakilan Istri Karyawan).

Sejumlah jajaran staff beserta tenaga kesehatan (dokter, perawat, kader posyandu) dari seluruh anak perusahaan Astra Agro di Kalimantan Tengah turut menghadiri dan menyimak materi sosialisasi pada agenda Pink Talk

Sosialisasi mengenai pencegahan kanker payudara di anak perusahaan Astra Agro menjadi sangat penting, terutama di komunitas yang tinggal di sekitar perkebunan Astra Agro. Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), kanker payudara masih menjadi “pembunuh nomor satu” bagi perempuan di Indonesia karena tingginya jumlah kasus baru dan angka kematian, terutama akibat minimnya deteksi dini yang diperkuat oleh mitos dan stigma negatif.

“Banyak warga berasumsi kanker payudara hanya dialami perempuan dengan riwayat keluarga, padahal terdapat banyak faktor lain seperti hormon, pola gizi, dan kondisi psikologis,” ujar Nyoman Christiany Yudha, selaku anggota Lovepink Indonesia yang juga merupakan penyintas kanker payudara.

Deteksi dini dapat dilakukan melalui metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) yang saling melengkapi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sekitar 85% kelainan payudara pertama kali ditemukan oleh perempuan melalui SADARI yang dilakukan dengan benar. SADARI dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk mengenali perubahan pada payudara, idealnya 7–10 hari setelah menstruasi berakhir saat kondisi payudara lebih lunak.

Peserta wanita melakukan praktek gerakan SADARI bersama sebagai bagian dari screening kanker payudara bulanan

Apabila ditemukan kelainan saat melakukan SADARI atau pada perempuan berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan lanjutan melalui SADANIS oleh tenaga kesehatan profesional seperti dokter atau bidan sangat dianjurkan. Deteksi sejak dini berperan besar dalam meningkatkan peluang kesembuhan.

Upaya peningkatan kesadaran ini tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan, namun juga peran dari orang terdekat dan komunitas sekitar. Peran sederhana di dalam keluarga, seperti dukungan suami untuk mengingatkan istri melakukan pemeriksaan rutin, menjadi langkah awal yang sangat berarti.

“Melalui perwakilan desa yang hadir, kami akan membantu menyebarluaskan pengetahuan dari Lovepink kepada warga desa lainnya sepulang dari acara ini,” tegas Suyamto, Kepala Desa Pangkalan Tiga, Kabupaten Kotawaringin Barat. Menurutnya, pengetahuan tentang deteksi dini dan pencegahan kanker payudara sangat berharga, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan pedalaman Kalimantan Tengah.

Bapak Suyamto, selaku Kepala desa Pangkalan Tiga turut aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab materi deteksi dini kanker payudara

Kegiatan ini merupakan kerja sama tahunan keempat antara Astra Agro dan Lovepink Indonesia, setelah sebelumnya dilaksanakan di Riau, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Kolaborasi ini telah dimulai sejak awal pandemi melalui berbagai sosialisasi daring yang menjangkau seluruh wilayah operasional Astra Agro di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta inisiatif lainnya seperti yang tertulis pada artikel Sustainability Aspiration berikut.

Melalui kolaborasi yang terjalin secara konsisten dengan Lovepink Indonesia, diharapkan upaya edukasi dan pencegahan dapat terus diperluas, menjangkau lebih banyak masyarakat, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker payudara sebagai kunci dalam menurunkan jumlah kasus kanker payudara stadium lanjut di sejumlah area pedalaman Indonesia.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/15/deteksi-dini-sebagai-kunci-dari-kesembuhan-kolaborasi-lovepink-dan-astra-agro-cegah-kanker-payudara-di-kalimantan-tengah/feed/ 0 21697
Menumbuhkan Kehidupan dari Komunitas: Cerita Paguyuban Terbaik Astra Agro 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/#respond Mon, 17 Nov 2025 08:53:27 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21440 Di tengah hiruk pikuk aktivitas di perkebunan, terdapat ruang-ruang hangat yang memupuk kehidupan di dalamnya. Ruang di mana para karyawan dan keluarga besar PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) tumbuh bersama, dan menebar manfaat bagi sekitar. Di sinilah para komunitas inspiratif lahir dan berkembang. Kerap dikenal dengan nama paguyuban, namun maknanya lebih dari sekedar perkumpulan manusia semata. Namun sebuah rumah yang melahirkan nilai kemanusiaan, membangun kepedulian serta menumbuhkan kemandirian yang berkelanjutan. 

Paguyuban Kencana Lestari

Di lingkungan PT Gunung Sejahtera Puti Perdana (GSPP), Kalimantan Tengah, tumbuh sebuah komunitas yang seindah namanya: Paguyuban Kencana Lestari. Di bawah kepemimpinan Dimas Saputra selaku Ketua Paguyuban, mereka menghidupkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial yang kuat.

Paguyuban ini berdiri di atas semangat sederhana, saling peduli dan berkembang bersama. Berbagai program unggulan mereka menjadi bukti nyatanya. Program Zero Accident dan Safety Agent, misalnya, bukan hanya slogan keselamatan kerja, tetapi budaya hidup. 

“Keselamatan mulai dari rumah.” menjadi jargon mereka. Dengan menganut sistem Triple S, yakni Sebelum, Saat, dan Sesudah bekerja, bagi mereka keselamatan adalah karakter, bukan kewajiban.

Di sela rutinitas, mereka juga menghidupkan nilai budaya, melalui Siskamling Temu Paguyuban, warga memperkuat rasa aman dan solidaritas. Sementara kesenian kuda lumping menjadi ruang ekspresi budaya yang mengakar, menyatukan warga lintas generasi dalam semangat gotong royong.

Kemandirian ekonomi pun menjadi pilar penting. Melalui UMKM Mandiri, warga memproduksi jamu, nasi tiwul, dan keripik singkong, serta mengelola layanan pangkas rambut secara kemitraan. Serta di bidang lingkungan, program Biopori menjadi simbol kepedulian terhadap bumi, berjalan beriring dengan TPA Keagamaan yang memperkuat moral dan spiritual warga.

Paguyuban ini menjadi cermin nyata bagaimana nilai-nilai 4 pilar tanggung jawab sosial kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan hidup dari rumah ke rumah.

Paguyuban Hidup Baru

Sementara itu, di Desa Laburan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, berdiri Paguyuban Hidup Baru, komunitas yang benar-benar hidup sesuai namanya. Di bawah naungan PT Borneo Indah Marjaya (BIM), paguyuban ini mengajarkan bagaimana sinergi dan keberlanjutan bisa menjadi rumah bersama.

Paguyuban ini mengedepankan tiga pilar utama: Selamat, Sehat, dan Hijau. Melalui agen safety, ronda malam rutin, dan rambu-rambu keselamatan, mengacu pada komitmen yang sama bahwa menanamkan kesadaran tentang keselamatan bukan hanya urusan kerja, tapi gaya hidup.

Di bidang kesehatan, mereka menjalankan Posyandu warga, jumantik aktif, serta program Ready to Work (RTW) yang membiasakan warga menjaga kebugaran sebelum bekerja. Tidak berhenti di sana, kegiatan olahraga bersama dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadikan paguyuban ini tempat belajar hidup sehat yang nyata.

Hal yang paling membanggakan adalah program Bank Sampah pada Paguyuban Hidup Baru, yang telah berjalan sejak 2021. Program ini bukan hanya mengubah sampah menjadi sumber ekonomi, tetapi juga mengajarkan warga tentang tanggung jawab terhadap lingkungan. Bank sampah ini bahkan telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur dan meraih penghargaan Proklim tingkat provinsi.

Di sela aktivitas lingkungan, warga juga mengembangkan UMKM Paguyuban Mandiri seperti keripik pisang, jamu, dan kerajinan tangan. Semua keuntungan dikembalikan untuk kepentingan bersama. Paguyuban Hidup Baru telah menghadirkan kehidupan baru yang sehat dalam kebiasaan, hijau dalam harmoni, dan mandiri dengan hati.

Paguyuban Hotel Berseri

Dari tanah Kalimantan menuju tanah Riau, Paguyuban Hotel Berseri yang menjadi binaan dan bimbingan PT Kimia Tirta Utama (KTU) juga tak kalah memancarkan semangat kebersamaan yang cerah seperti namanya yakni Berseri. Dengan visi menciptakan lingkungan yang “hijau, guyub, sehat, selamat, dan produktif,” mereka membangun harmoni antara warga, alam, dan perusahaan.

Paguyuban ini berdiri kokoh di atas empat pilar: Sehat, Selamat, Hijau, dan Sejahtera. Melalui program Hotel Berseri Sehat, mereka menjaga kesehatan warga lewat Posyandu Anggrek, apotek hidup, dan senam ibu-ibu setiap minggu. Fitness center juga hadir untuk meningkatkan kesehatan fisik sekaligus menjadi usaha produktif bagi paguyuban.

Dalam pilar Selamat, budaya Safety Culture diterapkan konsisten, dengan Tugu Komitmen Keselamatan, pemeriksaan APD rutin, dan program Ready to Work. Berkat disiplin tinggi ini, PT KTU berhasil mempertahankan predikat Zero Accident hingga 2025.

Tak mau ketinggalan, pilar Hijau juga menjadi program yang menjadi perhatian, dengan dijalankan bersama kreativitas warga. Melalui inovasi LIMBAH (Lihat, Inisiatif, Manfaatkan, Buat, dan Hadirkan solusi), galon bekas disulap jadi pot tanaman, ban bekas jadi pagar dan monumen, serta sampah organik diolah jadi pupuk kompos. Lingkungan pun menjadi taman yang hidup dan indah.

Di pilar terakhir yaitu Sejahtera, warga memberdayakan diri melalui usaha jual beli ternak kambing, budidaya ikan lele, produksi serbuk jahe, serta warung hidup yang menyediakan sayur segar hasil kebun. Semua kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan, tapi juga memperkuat ikatan sosial antar warga.

Tiga paguyuban ini, Kencana Lestari, Hidup Baru, dan Hotel Berseri, mewakili wajah sejati keberlanjutan di Astra Agro. Mereka menanam nilai-nilai kemanusiaan di setiap langkah, mengelola lingkungan dengan hati, dan menumbuhkan ekonomi melalui kebersamaan.

Sebagai bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tersebut, ketiga paguyuban ini berhasil menjadi tiga terbaik dalam ajang Inovasi Astra Agro (Innovagro) Lomba Paguyuban 2025. 

Sebuah pengakuan atas semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian yang tumbuh dari sebuah  komunitas.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/feed/ 0 21440
Ketika Perusahaan dan Pers Bersinergi: Kisah Hangat PT PLB Raih Citra Karsa Awards 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/04/ketika-perusahaan-dan-pers-bersinergi-kisah-hangat-pt-plb-raih-citra-karsa-awards-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/04/ketika-perusahaan-dan-pers-bersinergi-kisah-hangat-pt-plb-raih-citra-karsa-awards-2025/#respond Tue, 04 Nov 2025 06:39:24 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21377 Malam di Anjong Mon Mata terasa istimewa. Di tengah gemerlap cahaya dan tepuk tangan hangat para insan pers, nama PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) disebut sebagai penerima Citra Karsa Awards 2025. Sorak gembira terdengar, bukan hanya karena penghargaan yang diraih, tetapi karena maknanya: sebuah pengakuan atas upaya tulus membangun hubungan yang hangat antara perusahaan, media, dan masyarakat di Aceh Singkil.

Sebagai anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro), PT PLB sudah lama percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak berdiri sendiri. Di setiap langkah, perusahaan berupaya menanamkan nilai kolaborasi, termasuk dengan media lokal yang menjadi jembatan informasi bagi masyarakat. Hubungan itu tumbuh dari obrolan sederhana, kerja sama dalam kegiatan sosial, hingga publikasi yang memberi ruang bagi cerita kebaikan dari pelosok Aceh Singkil.

Bagi masyarakat setempat, PT PLB tak hanya identik dengan kebun kelapa sawit. Di pesisir Aceh Singkil, perusahaan turut menjaga lingkungan dengan menanam mangrove bersama Dinas Lingkungan Hidup dan kelompok tani. Di desa-desa, mereka membantu kelompok tani hortikultura dengan bibit dan pendampingan, agar ekonomi lokal terus bergerak maju. Semua dilakukan dengan semangat kebersamaan, bukan sekadar tanggung jawab sosial.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjalankan program-program yang tidak hanya berkelanjutan secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan media lokal,” ujar Riki Agus Rinaldy, Administratur PT PLB. 

Ia menambahkan, kepercayaan publik adalah hal berharga yang harus dijaga melalui keterbukaan dan komunikasi yang baik dengan media.

Media lokal memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang jujur dan membangun. Perusahaan melihat media sebagai mitra yang tumbuh bersama masyarakat. Mereka bukan sekadar pemberita, tapi sahabat yang menjaga semangat literasi dan kepercayaan publik.

Penghargaan Citra Karsa Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) merupakan bagian dari perayaan HUT ke-79 SPS dengan tema “Pers Maju, Sumber Daya Indonesia Melaju.” 

Dalam acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, M. Nasir, Ketua Umum SPS Januar P. Ruswita menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada institusi yang aktif membangun ekosistem media yang sehat, profesional, dan berimbang. “Kami mengapresiasi lembaga yang terus menjaga hubungan baik dengan media, karena pers yang kuat adalah bagian dari kemajuan bangsa,” ujarnya.

Bagi PLB, penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan awal dari langkah baru. Di Aceh Singkil, mereka akan terus memperkuat kolaborasi dengan media dalam berbagai program—mulai dari kegiatan lingkungan, CSR, hingga pemberdayaan komunitas. Karena di mata mereka, membangun masyarakat tidak cukup dengan tangan sendiri; perlu banyak tangan yang saling menggenggam, berbagi peran, dan menumbuhkan harapan.

Dari pesisir Singkil hingga panggung Banda Aceh, kisah PT PLB dan media lokal adalah kisah tentang sinergi yang tulus. Bahwa di balik setiap berita baik dan langkah kecil menuju perubahan, selalu ada kerja sama, empati, dan keyakinan bahwa kebaikan yang disemai bersama akan tumbuh menjadi masa depan yang lebih berdaya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/04/ketika-perusahaan-dan-pers-bersinergi-kisah-hangat-pt-plb-raih-citra-karsa-awards-2025/feed/ 0 21377
Ahmad Fayaz: Dari Pelosok Sunyi Menuju Panggung Prestasi https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/10/ahmad-fayaz-dari-pelosok-sunyi-menuju-panggung-prestasi/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/10/ahmad-fayaz-dari-pelosok-sunyi-menuju-panggung-prestasi/#respond Fri, 10 Oct 2025 06:47:20 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21271 Di sebuah sudut tenang pelosok perkebunan sawit, jauh dari gemerlap kota, lahirlah sebuah kisah kecil yang begitu berarti. Kisah tentang seorang anak bernama Lalu Ahmad Fayaz, yang masih berusia tujuh tahun, namun sudah mampu menorehkan jejak yang membanggakan.

Fayaz bukanlah anak yang dibesarkan dengan segala kemewahan. Ia tumbuh di tengah alam sederhana, dengan tawa dan peluh keluarga yang setiap hari menyemai kehidupan. Senyumnya polos, matanya jernih, dan rasa ingin tahunya tak pernah padam. Dari ruang kelas yang sederhana, ia belajar, bermimpi, dan perlahan menapaki jalan menuju panggung nasional.

Siapa sangka, anak bungsu dari enam bersaudara ini akhirnya berhasil meraih medali emas Olimpiade Nasional Bahasa Inggris. Ia bukan hanya menjadi juara, tapi juga mengalahkan ratusan peserta dari sekolah-sekolah terbaik, bahkan sekolah internasional. Dengan tekun, Fayaz menuntaskan seluruh soal dengan sempurna dalam waktu yang lebih singkat dibanding peserta lain.

Namun, kemenangan ini bukan sekadar tentang angka dan piala. Kemenangan Fayaz adalah bukti nyata bahwa harapan bisa tumbuh di tempat yang sederhana. Ia adalah anak kebun yang berani bermimpi, dan diberi kesempatan untuk menggapai cita-cita.

Setiap pagi, sebelum sinar matahari menyusup di antara pohon-pohon sawit, Fayaz bersiap menuju sekolah. Sekolah dasarnya adalah sekolah binaan PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP) dan PT Agro Menara Rachmat (AMR), unit usaha dari Astra Agro Lestari. Di sanalah benih mimpinya tumbuh. Bukan hanya lewat buku dan angka, tapi lewat sentuhan para guru yang sabar, yang tak hanya mengajar tapi juga membimbing dengan hati.

“Fayaz selalu bersemangat, tekun, dan tak pernah lelah belajar. Yang membuatnya istimewa, ia percaya bahwa dirinya mampu,” kata gurunya, Putri Azzahra Salsabilla, penuh kebanggaan.

Di balik itu semua, ada sosok ibu yang menjadi cahaya dalam perjalanan Fayaz. Seorang perempuan sederhana yang tak kenal lelah mendampingi, mengulang kata demi kata, membacakan cerita, melatih pengucapan bahasa Inggris dengan penuh kesabaran. Ibunya bukan hanya pendamping belajar, melainkan juga sumber semangat dan keyakinan.

“Nggak pernah berharap apa-apa, kalau kata ibu yang penting berusaha dan belajar terus aja,” begitu ungkap Fayaz saat ditanya apa yang memotivasinya hingga mampu menjadi sang juara. 

Baginya, bisa percaya diri ikut berbagai macam lomba saja sudah membuat keluarganya bangga, sehingga anak sekecil Fayaz pun tidak pernah berekspektasi tinggi dari kemampuannya sendiri. 

Prestasi Fayaz juga tak lepas dari fondasi yang dibangun oleh Astra Agro. Di balik kesibukan bisnis dan operasional, perusahaan ini menanam investasi lain yang tak kalah penting: investasi pada masa depan anak-anak bangsa. Melalui sekolah binaan, pelatihan guru, dan fasilitas pendidikan, Astra Agro menciptakan ruang aman tempat mimpi anak-anak seperti Fayaz bisa bertumbuh.

Pilar pendidikan menjadi salah satu pilar utama yang menjadi komitmen Astra Agro dalam kontribusi untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak di usia sekolah hingga mensejahterakan masyarakat. 

Fayaz pulang dengan membawa emas, tetapi sesungguhnya ia membawa lebih dari itu. Ia membawa harapan—untuk anak-anak lain di pelosok negeri, untuk para orang tua yang setia mendampingi, untuk para guru yang sabar membimbing, dan untuk bangsa yang selalu bermimpi akan masa depan yang lebih cerah.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/10/ahmad-fayaz-dari-pelosok-sunyi-menuju-panggung-prestasi/feed/ 0 21271